Terungkap, 22 Korban Kebakaran Terra Drone Tewas akibat Hirup Gas Beracun

2026-01-12 02:31:50
Terungkap, 22 Korban Kebakaran Terra Drone Tewas akibat Hirup Gas Beracun
JAKARTA, — Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri mengungkap penyebab utama kematian para korban kebakaran Gedung Kantor Terra Drone di Jakarta Pusat.Mayoritas korban meninggal dunia akibat menghirup asap tebal dan gas beracun karbon monoksida (CO) yang memenuhi area gedung saat kebakaran terjadi.Kepala Biro Kedokteran dan Kesehatan (Karo Dokpol) RS Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan pemeriksaan medis dan forensik terhadap para korban.Baca juga: Tak Mampu Pulangkan Jenazah, Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone Minta Bantuan Pramono“Untuk penyebab kematian berdasarkan dari pemeriksaan staf dan para personil spesialis forensik kami itu mengarah kepada terhirupnya asap dan kemudian gas karbon monoksida,” jelas Nyoman dalam konferensi pers hasil identifikasi korban kebakaran Terra Drone, Rabu .Nyoman menjelaskan, karbon monoksida merupakan gas beracun yang dapat menggantikan peran oksigen dalam tubuh manusia. Dalam kondisi kebakaran, ketika kadar oksigen menurun drastis, gas tersebut dengan cepat terhirup dan mengganggu sistem pernapasan korban.Ia menduga, karbon monoksida berasal dari berbagai material yang terbakar di dalam gedung saat peristiwa terjadi.“Jadi gas ini bisa jadi karena pembakaran dalam berbagai kejadian kebakaran itu memang membuktikan bahwa dalam kondisi ini, kemudian terpicu kami tidak tahu apakah dia dari bahan itu ya tetapi bukti-bukti data-data menyimpulkan bahwa dalam kondisi luka atau terbakar seperti ini,” jelas Nyoman.Selain temuan tersebut, pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah korban juga memperkuat kesimpulan tim forensik.Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Saat Terima Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone“Ada pemeriksaan laboratorium sederhana melalui darahnya tadi juga terbukti bahwa itu tinggi kandungan karbon monoksida,” kata dia.Nyoman menambahkan, kondisi fisik korban turut menyulitkan proses identifikasi. Banyak jenazah yang mengalami luka bakar berat hingga melepuh, termasuk pada bagian sidik jari.“Begitu sidik jarinya melepuh dan kemudian lepas, ini rekan-rekan punya sidik jari kulitnya ini ya, nah itulah kesulitan saat ini (identifikasi),” ujarnya.Dari total 22 korban meninggal dunia, sebanyak 10 orang telah berhasil diidentifikasi dan dipulangkan ke keluarga masing-masing. Sementara itu, 12 jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan lanjutan dan dijadwalkan untuk direkonsiliasi pada sore hari.Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Gedung Kantor Terra Drone yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa .Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyebutkan, kebakaran mulai diketahui pada pukul 12.43 WIB. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 12.50 WIB.Baca juga: Mendagri Sebut Gedung Terra Drone Punya Risiko Tinggi, Proses Izin Akan DiusutApi berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.10 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.


(prf/ega)