Jelang Muktamar ke-35, Sekjen PBNU Harap Kegaduhan Pemakzulan Gus Yahya Cepat Kelar

2026-01-12 05:45:30
Jelang Muktamar ke-35, Sekjen PBNU Harap Kegaduhan Pemakzulan Gus Yahya Cepat Kelar
JAKARTA, - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Amin Said Husni berharap kegaduhan polemik pemakzulan Ketum Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) cepat selesai sebelum digelarnya Muktamar ke-35 PBNU.Menurut Amin, Muktamar ke-35 PBNU dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya jika permasalahan tersebut segera diselesaikan."Untuk muktamar itu kami berharap ini segera selesai. Kegaduhan ini semua menyatu kembali menyiapkan muktamar dengan sebaik-baiknya," kata Amin, saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa .Amin menuturkan, Muktamar ke-35 rencananya akan digelar sesuai jadwal yang tertera dalam Surat Keputusan (SK) yang paling lambat harus dilaksanakan pada Januari 2027.Baca juga: PBNU Gelar Rapat Tertutup di Tengah Konflik Pemakzulan Gus Yahya, Apa yang Dibahas?"Sesuai dengan jadwal. Kalau menurut SK-nya, itu kan sampai dengan Januari 2027 (harus digelar). Itu persiapannya sebelum itu," ucap dia.Sebelumnya, terjadi adu klaim pemegang kendali PBNU.Gus Yahya masih merasa bahwa dirinya merupakan ketum organisasi Islam tersebut.Padahal, dalam beberapa hari terakhir, Gus Yahya disebut telah diberhentikan dari jabatan Ketum PBNU dan digantikan oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.Gus Yahya lalu membantah dokumen pemberhentian tersebut.Dia menyatakan bahwa dokumen yang beredar itu tidak sah.Kini, Gus Yahya justru mencopot sejumlah pejabat PBNU dari jabatannya masing-masing, salah satunya Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dari jabatan Sekretaris Jenderal PBNU."Rotasi ini sebagaimana diatur dalam aturan perkumpulan sebagai forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar, ini semua kita maksudkan supaya tugas-tugas yang harus dipertanggungjawabkan oleh PBNU tetap bisa dijalankan dengan baik," kata Yahya Cholil Staquf usai rapat tanfidziyah yang diselenggarakan di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, pada Jumat .Baca juga: Said Abdullah: Perpecahan PBNU Merugikan BangsaSementara di sisi lain, Rais Aam PBNU kembali melawan dengan menyatakan Gus Yahya sudah bukan Ketum.Hal ini disampaikan usai silaturahmi Rais Aam PBNU dengan para Syuriah PBNU dan 36 PWNU yang digelar di kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu ."Terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU. Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam," kata Miftachul Akhyar.


(prf/ega)