Hasil Survei: Harga Kelapa Mahal Karena Diekspor, Perlu Aturan DMO

2026-02-04 08:27:20
Hasil Survei: Harga Kelapa Mahal Karena Diekspor, Perlu Aturan DMO
JAKARTA, - Hasil survei KedaiKOPI mengungkap, ekspor kekapa utuh dalam volume besar membuat harga kelapa dalam negeri melonjak hingga 45,2 persen. Peneliti Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifa, mengungkapkan survei digelar secara tatap muka terhadap 200 ibu rumah tangga, 160 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta 40 penjual kelapa utuh pada 24 November hingga 1 Desember 2025. Mereka tersebar di Jakarta, Surabaya, Makassar, Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Padang. “Bahkan, dari masyarakat yang mengalami kenaikan harga kelapa itu, 45,2 persen di antaranya menilai kenaikan tersebut signifikan,” kata Ashma dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Rabu . Baca juga: Investasi Pabrik Pengolahan Kelapa dari China Berpotensi Naikkan Harga Kelapa di Tingkat Petani Menurut Ashma, 83 persen responden mengalami kenaikan harga kelapa dan produk olahannya selama enam bulan terakhir. Kebanyakan dari mereka menilai, salah satu penyebab harga kelapa tinggi karena tingginya permintaan ekspor sehingga pasokan di pasar lokal berkurang. Berdasarkan data KedaiKOPI, harga kelapa utuh di pedagang kelapa sebelum Idul Fitri 2025 Rp 5.000 per butir. Harga kelapa lalu melonjak 121,6 persen persen menjadi Rp 11.080 atau saat lebaran. Namun, harga kelapa sampai saat ini itu tak kunjung turun bahkan naik hingga Rp 11.230. “Sedangkan dan sampai saat ini terus naik walaupun memang tidak sesignifikan saat lebaran,” ujar Ashma. Baca juga: Kata Rosan soal Hilirisasi Kelapa: Investasi Tidak Besar, Tetapi Ciptakan 10.000 Lapangan Kerja Lonjakan harga kelapa ini berdampak pada pelaku UMKM hingga perdagangan kelapa karena biaya modal yang harus lebih banyak. Pelaku usaha catering misalnya, memutuskan menaikkan harga jual produknya hingga 50 persen. Sementara, penjual kelapa utuh mengalami penurunan laba. “Penjual kelapa utuh juga mengalami penurunan laba meski sebagian besar sudah menaikkan harga jual,” kata Ashma.Baca juga: Zulhas Sebut Kelapa Rp 12.000 Per Butir, Lebih Untung dari Sawit Survei juga mengungkap, sebanyak 82,1 persen responden khawatir harga kelapa tidak stabil dalam tiga bulan kedepan. Masyarakat dalam waktu dekat dihadapkan pada tahun baru 2026 dan waktu menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. “Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan mengancam kelestarian makanan tradisional Indonesia yang banyak menggunakan santan dan produk kelapa, sehingga berpotensi ditinggalkan masyarakat karena semakin tidak terjangkau,” tutur Ashma.Baca juga: Kemendag Tunggu Arahan Soal Rencana Pungutan Ekspor Kelapa Bulat


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 06:51