JAKARTA, - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin .Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,10 persen ke level Rp 16.658 per dollar AS, seiring melemahnya sentimen terhadap mata uang Paman Sam.Sejumlah mata uang Asia ikut menguat. Yen Jepang tercatat naik 0,40 persen, dollar Singapura naik 0,10 persen, won Korea Selatan menguat 0,01 persen, dan peso Filipina naik 0,03 persen.Baca juga: Rupiah Menguat Tipis, Aliran Modal Asing Masuk Rp 12,7 Triliun pada Pekan Keempat NovemberDi sisi lain, beberapa mata uang regional terpantau melemah. Dollar Hong Kong turun 0,03 persen, dollar Taiwan melemah 0,09 persen, dan rupee India merosot 0,10 persen.Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dollar AS.Menurutnya, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember semakin meningkat menyusul kabar bahwa Kevin Hassett, sosok yang dikenal dovish, berpeluang menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh the Fed di bulan Desember dari kabar bahwa Kevin Hassett (yang dovish) akan menggantikan Powell,” ujar Lukman kepada Kompas.com.Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.600-Rp16.700 per dollar AS sepanjang hari ini.Di lain sisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Senin pagi ini. Indeks tercatat naik tipis 0,07 persen ke level 8.514,42 pada pukul 09.18 WIB.Dari data RTI, IHSG sempat dibuka di posisi 8.541,54, lalu menyentuh level tertinggi pagi ini di 8.553,62, sebelum terkoreksi ke level terendah di 8.506,87.Baca juga: FILONOMICS: Benarkah Redenominasi Rupiah Hanya Memangkas Angka Uang?Volume transaksi mencapai 7,11 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp 3,64 triliun, sementara frekuensi transaksi tercatat 455.485 kali. Sebanyak 263 saham menguat, 297 melemah, dan 159 stagnan.Pergerakan sektor-sektor saham pada awal perdagangan Senin pagi menunjukkan performa yang beragam.Sektor keuangan menjadi penopang utama penguatan indeks dengan kenaikan 0,79 persen, cyclical ikut menguat sebesar 0,56 persen, sementara non-cyclical naik tipis 0,08 persen.Sektor kesehatan juga mencatatkan penguatan moderat sebesar 0,40 persen. Sebaliknya, sejumlah sektor melemah. Sektor properti mencatat penurunan terdalam atau 1,29 persen, disusul transportasi yang turun 0,66 persen.Sektor infrastruktur melemah 0,44 persen, sementara industrial, energi, basic-industry, dan teknologi masing-masing terkoreksi di kisaran 0,24-0,42 persen.IHSG sebelumnya ditutup melemah pada perdagangan Jumat , indeks melemah 0,42 persen ke level 8.508. Tekanan jual mendominasi pergerakan, tapi secara teknikal IHSG masih berada dalam pola kenaikan jangka pendek yang membuka ruang penguatan menuju area 8.660.
(prf/ega)
Didorong Spekulasi Ketua The Fed Baru, Rupiah Melonjak ke Rp 16.658 per Dollar AS
2026-01-11 14:43:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 13:54
| 2026-01-11 13:25
| 2026-01-11 12:42
| 2026-01-11 12:33
| 2026-01-11 12:32










































