- Kasus perundungan atau bullying di satuan pendidikan belakang marak terjadi di Indonesia. Mulai dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.Terbaru, seorang siswa SDN 108 Kelurahan Tengkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau meninggal dunia diduga karena dirundung atau dibully oleh teman sekelasnya saat belajar kelompok.Korban berinisial MAR itu meninggal dunia pada Minggu setelah ditendang bagian kepalanya oleh temannya berinisial FT."Awalnya keluarga korban tidak ingin mengangkat persoalan ini, apalagi sampai menunjuk kuasa hukum," ujar kuasa hukum keluarga korban, Suroto dikutip dari Kompas.com, Minggu .Baca juga: Pencantuman Rekam Jejak Pelaku Bullying: Tegas, tapi Apakah Adil?Suroto menjadi kuasa hukum secara sukarela dari Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau tanpa dipungut biaya apapun.Suroto bercerita, bullying terhadap korban dilaporkan terjadi pada Kamis ketika MAR dan teman-temannya sedang belajar kelompok di dalam kelas.Namun tiba-tiba, siswa FT menendang kepala korban. Kemudian siswa lain berinisial ARK melaporkan kepada wali kelas, tetapi wali kelas tersebut hanya menyuruh menunggu.MAR pulang ke rumah dan bercerita sambil menangis pada ibunya bahwa ia telah dibully oleh teman-temannya dan enggan kembali ke sekolah."Korban bercerita sambil menangis. Dia tidak mau sekolah lagi akibat bully tersebut," ujarnya.Baca juga: DPR Usul Indonesia Pajang Riwayat Siswa Pelaku Bullying Saat Daftar Kuliah, Tiru KorselSetelah kejadian tersebut, kondisi MAR memburuk dan diduga mengalami lumpuh otak. Karena tidak ada biaya, pihak keluarga hanya membawa anaknya berobat alternatif.Korban sempat juga di bawa ke Puskesmas namun karena masuk akhir pekan, MAR tidak tertangani dan dirawat di rumah."Korban kemudian dibawa ke puskesmas. Tetapi, saat itu hari Sabtu puskesmas tutup, akhirnya korban dirawat di rumah," ungkapnya.Kondisi MAR pun terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu . Sebelumnya, MAR juga mengaku pernah dibully oleh teman sekelasnya yang lain berinisial SM.Akibat bullying tersebut, korban sempat dirawat selama satu minggu di rumah sakit di Pekanbaru."Terhadap peristiwa tersebut, pihak sekolah telah memanggil orangtua pelaku dan orangtua korban. Orangtua pelaku meminta maaf kepada orangtua korban," kata Suroto.
(prf/ega)
Marak Kasus Bullying di Sekolah, Guru Perlu Kemampuan Konseling
2026-01-12 16:29:49
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:33
| 2026-01-12 15:00
| 2026-01-12 14:12










































