Mobil Terendam Banjir Sumatera, Ini Kerusakan yang Perlu Diwaspadai

2026-02-02 16:51:40
Mobil Terendam Banjir Sumatera, Ini Kerusakan yang Perlu Diwaspadai
MEDAN, – Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir membuat banyak kendaraan ikut terendam air dan lumpur.Pemilik bengkel Franks Garage di Jalan Dahlia Raya No 89, Medan Helvetia, Sumatera Utara, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengatakan banyak mobil yang masuk ke bengkel mengalami kerusakan akibat terendam banjir.Baca juga: Mobil Bekas 150 Jutaan, Ada Mobilio, Ignis dan X-TrailIa menjelaskan, bagian yang paling rentan rusak adalah sistem kelistrikan. Komponen seperti modul dan ECU hampir pasti terdampak ketika air sudah mencapai ruang mesin.Foto: Dok Franks Garage Franks Garage di Jalan Dahlia Raya No 89, Medan Helvetia, Sumatera Utara“Untuk mesin biasanya untuk pengecekan pertama itu pasti di bagian modul, itu pasti kena modul, ECU, itu juga kena. Itu yang pertama kali,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu .Kerusakan pada komponen tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari mesin tidak bisa menyala, sensor bermasalah, hingga mobil sepenuhnya tidak dapat dioperasikan.Karena itu, langkah awal yang dilakukan pemilik kendaraan sangat menentukan apakah mobil masih bisa diselamatkan atau justru mengalami kerusakan lebih berat.Baca juga: Update Harga Mobil Listrik Per Desember 2025“Makanya ketika mobil sudah kena banjir, kalau bisa mobil jangan pernah dihidupkan. Apalagi kalau air sudah masuk ke ruang mesin, itu bisa membahayakan, bisa bikin fatal, dan biaya juga makin mahal,” katanya./CRISTISON SONDANG PANE Pemukiman warga di Gang Sada Ari, Jalan Bahagia, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, tergenang air, Kamis .Baca juga: Inilah Wuling Binguo Pro, Model Terbaru dari WulingIa menambahkan, kesalahan yang paling sering dilakukan adalah pemilik mobil langsung menyalakan mesin begitu banjir surut, berharap kendaraan masih bisa berfungsi. Tindakan ini justru memperbesar risiko kerusakan.“Jangan pernah dihidupin. Makanya itu bisa bikin fatal di bagian mesin. Kalau cuma kena banjir seperti ini, tapi mesinnya tidak dihidupkan, mesin masih bisa diselamatkan,” ujarnya lagi.Untuk itu, pemilik kendaraan disarankan tidak terburu-buru mencoba menyalakan mobil. Biarkan mekanik memeriksa kondisi secara menyeluruh agar kerusakan tidak semakin parah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-02 16:16