Diguyur Hujan Deras, Hunian Sementara Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Terendam Banjir

2026-02-03 00:45:17
Diguyur Hujan Deras, Hunian Sementara Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Terendam Banjir
FLORES TIMUR, - Bangunan hunian sementara (huntara) penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terendam banjir pada Selasa .Peristiwa ini membuat mereka panik, beberapa warga berupaya membersihkan material longsor dengan alat seadanya.Sementara itu, penyintas lainnya berusaha menyelamatkan perabotan rumah tangga ke tempat yang aman.Baca juga: Batal, Pembangunan Hunian Tetap Korban Erupsi Lewotobi di Noboleto Pelaksana Tugas Camat Wulanggitang, Karolus Kelemur mengatakan, banjir dipicu hujan deras yang melanda Desa Konga selama beberapa jam.“Tadi pukul 14.00 Wita hujan lebat, hampir seluruh huntara terkena banjir, paling para di huntara 3,” ujar Karolus saat dihubungi, Selasa.Baca juga: Turun ke Level Siaga, Radius Bahaya Erupsi Gunung Lewotobi DikurangiKarolus menjelaskan bahwa huntara tersebut dihuni oleh warga dari beberapa desa terdampak erupsi, yaitu Nawokote, Hokeng Jaya dan Nobo.Dampak banjir yang paling parah dirasakan warga Hokeng Jaya dan Nobo.“Bangunan huntara ini, kopelnya bertingkat mengikuti trap, jadi kalau hujan besar dan aliran permukaan besar maka mereka yang pada trap di bawah yang kena dampaknya,” jelasnya.Karolus menyampaikan bahwa pihaknya sudah bersepakat dengan beberapa kepala desa terdampak untuk membangun talud penahan banjir dalam waktu dekat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 23:05