Mobil Listrik MAB "SunV" Proyeksi Bisa Tembus Ekspor

2026-01-12 05:03:58
Mobil Listrik MAB
JAKARTA, - Mobil Anak Bangsa (MAB) akan memproduksi mobil listrik penumpang berukuran kecil dari merek Solarky Mobility Technologies.Model yang akan dirakit lokal tersebut adalah Solarky SunV, namun saat keluar dari pabrik di Demak, Jawa Tengah, mobil itu akan memakai nomenklatur MAB sebagai identitas produksi dalam negeri.Baca juga: Ganti Setir Bisa Pakai Fitur Cruise Control?Nota kerja sama diteken di Jakarta, Rabu , oleh PT Mobil Anak Bangsa, Solarky Mobility Technologies (HK) Ltd, serta PT Fortuna Ventura Investindo yang bertindak sebagai distributor eksklusif.Foto: istimewa PT Mobil Anak Bangsa (MAB) resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Solarky Mobility Technologies (HK) Ltd dan PT Fortuna Ventura Investindo dalam upaya memperkuat ekosistem produksi kendaraan listrik di Indonesia. Direktur Utama PT MAB, Kelik Irwantono, mengatakan bahwa pada tahap awal mobil tersebut akan dipasarkan untuk konsumen Indonesia. Namun ke depan, peluang ekspor tetap terbuka."Ya, jadi kami kerja sama dengan mereka. Sebenarnya kami yang merakit di Indonesia. Jadi MAB memproduksi kendaraan dari Solarky di Indonesia," kata Kelik di Jakarta, Rabu ."Sebenarnya kami hanya merakit di Indonesia. Tapi ke depannya, selain untuk Indonesia, ya mungkin market di luar Indonesia juga," ujar Kelik.Baca juga: Ban FDR Sabet Good Design Indonesia 2025, Bukti Inovasi Produk Lokal"Karena mereka mau menjadikan Indonesia sebagai hub. Nah mereka gandeng kami sebagai manufakturnya, kurang lebih begitu," katanya.Foto: Reyhan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Solarky Mobility Technologies (HK) Ltd dan PT Fortuna Ventura Investindo dalam upaya memperkuat ekosistem produksi kendaraan listrik di Indonesia. Baca juga: Mitsubishi Fuso Serahkan Fighter X TH 4x2 di SurabayaMenurut Kelik, langkah awal memang difokuskan mengisi pasar domestik. Namun visi jangka panjangnya lebih besar."Ke depannya, mungkin di awal-awal mereka isi dulu market di Indonesia. Tetapi nanti, karena banyak negara yang setir kanan, mereka berharap Indonesia ke depan jadi hub, jadi manufaktur untuk pasar setir kanan," katanya."Mereka sudah beberapa kali coba beberapa tempat, dan akhirnya cocok dengan MAB sehingga kami tanda tangan dengan mereka," ujar Kelik.


(prf/ega)