Antisipasi Cuaca Ekstrem di Selat Sunda, Basarnas Gencarkan Patroli Laut di Bakauheni

2026-02-03 15:47:06
Antisipasi Cuaca Ekstrem di Selat Sunda, Basarnas Gencarkan Patroli Laut di Bakauheni
Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menggencarkan patroli di perairan Selat Sunda untuk memastikan keselamatan penumpang kapal selama arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan pihaknya menyiagakan personel selama 24 jam di Pelabuhan Bakauheni guna memberikan layanan penyelamatan apabila terjadi kecelakaan laut."Sebanyak 15 orang personel dari Basarnas Lampung Pos SAR Bakauheni telah disiagakan di pelabuhan, dan personel juga menggencarkan patroli di tengah laut Selat Sunda agar apabila terjadi kecelakaan laut tim langsung bisa melakukan evakuasi," ujarnya di Lampung Selatan, Minggu .AdvertisementIa menyebut pantauan jalur laut dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan penyeberangan, terutama mengingat kondisi cuaca di Selat Sunda yang sedang tidak bersahabat.Berdasarkan informasi BMKG, terdapat tiga sistem siklonik di wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi."Pantauan ini dilakukan untuk mensukseskan keamanan dan kenyamanan selama Nataru. Sejauh ini arus mudik libur panjang Natal dan tahun baru dalam keadaan aman serta lancar," ucapnya.Rezie menambahkan bahwa Basarnas terus berkoordinasi dengan ASDP, TNI-Polri, dan berbagai unsur terkait untuk memastikan pengamanan dan memperlancar arus mudik Nataru."Kami akan terus melakukan pengamanan dan pemantauan selama Nataru. Dan bukan hanya di pelabuhan saja, di objek-objek wisata Lampung Selatan juga kita akan melakukan pam khusus di posko-posko Basarnas," katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-03 14:45