Hashim Tegaskan RI Tak Segan Tindak Tegas Perdagangan Satwa Liar dan Pembalakan

2026-01-11 23:21:54
Hashim Tegaskan RI Tak Segan Tindak Tegas Perdagangan Satwa Liar dan Pembalakan
JAKARTA, - Utusan Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan komitmen Indonesia dalam memberantas perdagangan satwa liar dan pembalakan.Komitmen ini disampaikannya dalam forum United for Wildlife Global Summit di Rio de Janeiro, Brasil.Menurut dia, hal itu selaras dengan salah satu aksi kolektif global.“Izinkan saya memulai dengan menggarisbawahi komitmen kuat Indonesia untuk memajukan aksi kolektif melawan kejahatan yang berdampak pada lingkungan," kata Hashim, dalam siaran pers, Kamis .Baca juga: Prabowo Berencana Bangun Sekolah Terintegrasi di Tiap Kecamatan untuk Kelas Menengah"Kami sepenuhnya selaras dengan seruan global yang semakin kuat untuk mengatasi pembalakan liar dan perdagangan satwa liar,” imbuh dia.Menurut dia, Indonesia tak segan menindak tegas perdagangan satwa ilegal dan pembalakan liar.Hal ini turut disampaikannya dalam sambutannya di sesi pertemuan tingkat menteri United for Wildlife Global Summit, Brasil.“Kami sejalan dengan seruan global untuk menindak tegas pembalakan liar dan perdagangan satwa liar. Indonesia berkomitmen menjadi bagian aktif dari gerakan ini,” ucap dia.Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa upaya global dalam melawan kejahatan lingkungan tidak boleh menciptakan hambatan baru terhadap perdagangan legal atau pembangunan ekonomi.Ia juga mengusulkan adanya mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan prinsip ‘no one left behind’ tetap dijunjung tinggi.Baca juga: Sahroni, Eko Patrio, dan Nafa Urbach Diputus Bersalah, Adies Kadir-Uya Kuya Tidak"Kami mengusulkan mekanisme evaluasi berkala untuk menilai dampak, mengidentifikasi praktik terbaik, dan menegakkan prinsip ‘no one left behind’,” tutur dia.Ia menegaskan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam sejumlah forum global mendatang.Beberapa di antaranya adalah Sidang ke-7 United Nations Environment Assembly (UNEA-7), Kongres Kejahatan PBB ke-15 (UN Crime Congress), serta Konferensi ke-13 Negara Pihak Konvensi PBB tentang Kejahatan Terorganisir Transnasional (UNTOC COP-13).Di kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menilai, pernyataan Hashim Djojohadikusumo dalam pertemuan menegaskan posisi Indonesia dalam memberantas perdagangan satwa liar.Baca juga: Prabowo Suntik Rp 5 Triliun untuk 30 Rangkaian KRL Baru, Dirut KAI: Kami Siapkan SecepatnyaTerlebih, menurut Raja Antoni, hal ini selaras dengan sifat Hashim yang pecinta satwa hingga rela mengeluarkan dana pribadi untuk konservasi di berbagai wilayah Indonesia.“Lebih dari itu, Pak Hashim bukan hanya Utusan Khusus membidangi Perubahan Iklim dan Energi. Beliau memang pecinta satwa. Beliau merogoh sakunya sendiri untuk membiayai konservasi baik di Kaltim, Riau, dan Sumbar yang sudah saya kunjungi,” ujar dia.


(prf/ega)