JAKARTA, - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 45 jiwa masih terisolasi akibat longsor yang terjadi di Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Minggu .Proses evakuasi terhadap puluhan warga tersebut masih berlangsung.Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa longsor tersebut dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut.Hujan ini menyebabkan tebing runtuh, menimpa area perkebunan dan persawahan warga, serta mengancam permukiman di sekitarnya.Baca juga: Pencarian Korban Longsor Cilacap Terkendala Hujan, Pemerintah Modifikasi Cuaca"Longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, dikutip dari Antara.Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, seorang warga bernama Klewih (40) ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka fraktur.Setelah dievakuasi dan diperiksa di puskesmas, korban mulai sadar dan kondisinya membaik.Selain Klewih, terdapat dua warga lainnya yang mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum.Baca juga: Cibeunying Masih Rawan Longsor, Taj Yasin Ingatkan Warga Tak Lihat Pengangkatan Korban dari TebingDengan demikian, total terdapat tiga orang yang mengalami luka akibat longsor ini.Kerusakan material akibat longsor mencakup sekitar 30 unit rumah serta lahan persawahan dan perkebunan yang terdampak.Pendataan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan kondisi seluruh wilayah yang terpengaruh.Abdul Muhari menambahkan bahwa BPBD setempat bersama unsur terkait telah mendirikan pos lapangan, dapur umum, dan tenda pengungsian di Kantor Kecamatan Pandanarum."Kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi meliputi posko lapangan, ATK, laptop, printer, banner, logistik permakanan, matras, selimut, air mineral, hygiene kit, dan family kit," ujarnya.Perlu dicatat bahwa longsor ini terjadi setelah pemerintah setempat menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang, Cuaca Ekstrem, dan Banjir berdasarkan Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/TAHUN 2025, yang berlaku sejak 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026.
(prf/ega)
Longsor di Pandanarum Banjarnegara, 45 Orang Terisolasi, 660 Jiwa Mengungsi
2026-01-12 06:12:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:58
| 2026-01-12 06:53
| 2026-01-12 05:30
| 2026-01-12 05:01










































