Cegah Gangguan Kamtibmas, Polisi di Demak Jateng Patroli di Titik-titik Rawan

2026-01-16 04:42:56
Cegah Gangguan Kamtibmas, Polisi di Demak Jateng Patroli di Titik-titik Rawan
Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha mengimbau para orang tua untuk mengawasi anak-anak selama libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru). Pengawasan tersebut diperlukan agar anak tidak terjerumus dalam aksi balap liar hingga narkoba.Ari meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama pada malam hari, dan memastikan anak-anak sudah di rumah paling lambat pada pukul 22.00 WIB."Peran orang tua sangat penting. Pastikan anak-anak berada di rumah pada malam hari, bangun komunikasi yang baik, serta berikan edukasi tentang bahaya kenakalan remaja," imbau Ari dalam keterangan tertulis yang diterima, seperti dilansir detikJateng, Senin (29/12/2025).Menurut Ari, pengawasan orang tua merupakan kunci untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam aksi balap liar, keterlibatan geng motor, penyalahgunaan narkoba, ataupun aktivitas lain yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, lanjutnya, pengawasan orang tua dapat mencegah anak menjadi korban tindak kejahatan.Ari pun mengajak masyarakat secara aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas kepada pihak kepolisian melalui call center 110."Apabila masyarakat melihat atau mengalami gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui call center 110. Petugas kami akan merespons dengan cepat dan melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur," tegasnya.Ari mengatakan Polres Demak juga meningkatkan patroli untuk menjaga situasi kamtibmas selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025. Personel secara rutin berpatroli di sejumlah titik rawan, khususnya pada malam hari, guna mencegah gangguan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.Lebih lanjut, Ari menegaskan, pihaknya tidak ragu memberikan tindakan tegas terhadap pelaku anarkis atau pihak yang sengaja mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di Demak."Siapa pun yang melakukan tindakan anarkistis dan mengganggu kamtibmas akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga situasi Kabupaten Demak tetap aman dan kondusif," tegasnya.Baca selengkapnya di siniSimak juga Video: Laka Lantas-Kriminalitas di Jatim Menurun Selama Operasi Ketupat Semeru 2025[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-16 03:30