BEIJING, - Pengadilan Rakyat Distrik Chaoyang, Beijing telah memerintahkan maskapai Malaysia Airlines untuk membayar kompensasi kepada keluarga korban MH370 pada Senin .Dalam sebuah pernyataannya, mereka telah mencabut 47 tuntutan hukum lainnya, setelah delapan keluarga menyelesaikan kasusnya di luar pengadilan dengan Malaysia Airlines.Dikutip dari AFP, jumlah kompensasi yang harus dibayarkan mencapai 2,9 juta yuan atau sekitar Rp 6,8 miliar setiap keluarga.Uang kompensasi itu untuk menutup biaya pemakaman, tekanan emosional, dan kerugian lainnya.Baca juga: Sempat Berhenti, Malaysia Bakal Lanjutkan Pencarian MH370 Akhir DesemberDiketahui, dua pertiga penumpang MH370 adalah warga China, sementara lainnya termasuk warga Malaysia, Indonesia, Australia, India, Amerika, Belanda, dan Perancis.Dari 78 kasus awal yang diajukan oleh keluarga setelah kecelakaan pesawat, pengadilan di Beijing mengatakan, masih ada 23 kasus yang tertunda."Keluarga penumpang belum mengajukan permohonan pernyataan kematian atau belum menyelesaikan proses pernyataan," kata pengadilan.Sementara, Delapan penumpang yang keluarganya diberikan kompensasi oleh pengadilan telah dinyatakan meninggal secara hukum.Baca juga: Karier Naik Usai Ejek MH370, Komedian Singapura Tolak Minta MaafPengumuman pengadilan itu muncul beberapa hari setelah pihak berwenang Malaysia mengumumkan pencarian pesawat akan dilanjutkan pada akhir Desember.Pesawat jenis Boeing 777 itu membawa 239 orang dan dilaporkan hilang pada 8 Maret 2014 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.Pencarian ini kembali dipimpin oleh perusahaan eksplorasi maritim, Ocean Infinity yang akan menyusuri area target yang dinilai memiliki kemungkinan tertinggi untuk MH370.Diketahui, pencarian terakhir di Samudra Hindia bagian selatan dihentikan pada April lalu karena "bukan musimnya".Skema pencarian ini tetap sama, Malaysia hanya akan membayar jika Ocean Infinity berhasil menemukan pesawat.Baca juga: Malaysia Cari Lagi MH370, Akan Bayar Rp 1,1 Triliun kalau KetemuPerusahaan yang berkantor pusat di Inggris dan AS ini memimpin perburuan yang tidak berhasil pada 2018, sebelum setuju untuk meluncurkan pencarian baru tahun ini.Pencarian awal yang dipimpin Australia mencakup area seluas 120.000 kilometer persegi di Samudra Hindia selama tiga tahun.Namun, hampir tidak menemukan jejak pesawat selain beberapa serpihan.Kementerian Transportasi Malaysia mengatakan, perkembangan terbaru ini menggarisbawahi komitmennya dalam memberikan penyelesaian bagi keluarga yang terkena dampak tragedi tersebut.Keluarga korban telah menyuarakan harapan pada Februari bahwa pencarian baru akhirnya dapat membuahkan jawaban.
(prf/ega)
Pengadilan Beijing Perintahkan Malaysia Airlines Bayar Kompensasi Rp 6,8 M kepada Keluarga Korban MH370
2026-01-12 06:29:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:07
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 05:26
| 2026-01-12 05:01










































