JAKARTA, - Analisis Utama Politik Keamanan Laboratorium Indonesia 2025 (LAB 45), Riene Prihandoko menilai, dua Koarmada Angkatan Laut baru di Kalimantan Timur dan Ambon, memerlukan berbagai jenis KRI.Ia menjelaskan, wilayah Kalimantan Timur berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar, serta berbatasan dengan Filipina dan Malaysia. Selain itu, posisinya juga berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).“Karena situasinya seperti itu, ancamannya mungkin lebih ke perompakan, terorisme, ada potensi konflik di situ,” ujar dia saat dihubungi Kompas.com, Kamis .Menurutnya, KRI yang diperlukan TNI AL untuk mendukung pengamanan di wilayah tersebut adalah kapal yang mendukung pengamanan perbatasan dan pelindungan area strategis.Baca juga: LAB 45: Penempatan Koarmada Baru di Kaltim dan Ambon Sudah Tepat Tangkal Ancaman Laut“Selain kapal cepat rudal, mungkin ada juga korvet ringan. Karena untuk perairan terbuka. Lalu, kapal bantu logistik atau tanker, mungkin butuh untuk (mobilitas) ke IKN,” ucap dia.“Kapal amfibi (seperti) LPD/LSD juga baiknya ada untuk dukungan kebencanaan atau evakuasi logistik,” kata dia lagi.Ia menambahkan, kapal patroli cepat juga mutlak diperlukan untuk mengawasi wilayah pesisir, terutama di Selat Makassar dan Balikpapan.“Kalau memungkinkan, bisa juga ada kapal intelijen atau kapal survei bawah laut untuk mendeteksi aktivitas maritim di kawasan tersebut,” imbuhnya.Meski begitu, Riene menilai wilayah Kalimantan Timur tidak terlalu membutuhkan kapal selam karena perairannya relatif dangkal.“Tapi kalau digunakan untuk operasi yang menjangkau ke utara, mendekati Filipina, keberadaan kapal selam tetap bisa mendukung,” ujarnya.Baca juga: 2 Koarmada TNI AL Bakal Dibangun di Kalimantan Timur dan AmbonSementara untuk wilayah Ambon, lanjutnya, karakteristiknya berbeda karena memiliki perairan terbuka ke arah selatan dan langsung menghadap Australia.Menurutnya, jenis kapal yang sesuai di kawasan ini antara lain fregat atau korvet berukuran sedang, kapal cepat rudal, kapal amfibi, kapal bantu logistik, hingga kapal survei hidrografi.“Dan karena perairan di Maluku relatif dalam, kapal selam juga bisa dioperasikan di sana. Itu bisa memperkuat jangkauan operasi hingga ke Laut Banda dan membantu Koarmada di Sorong,” tuturnya.Secara umum, Riene menyimpulkan, Koarmada di Kalimantan Timur akan berperan lebih defensif dengan fokus pada perlindungan IKN, pengamanan choke point, dan pengawasan perbatasan utara.Sementara Koarmada di Ambon bisa bersifat lebih ofensif karena berada di kawasan laut dalam yang strategis menuju Pasifik dan Australia.Baca juga: Eks KSAL soal Rencana Penambahan Koarmada Baru: Alutsistanya Disiapkan Dulu
(prf/ega)
TNI AL Tambah 2 Koarmada Baru, LAB 45: Perlu KCR, Korvet Ringan hingga Kapal Selam
2026-01-11 04:08:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:58
| 2026-01-11 02:03
| 2026-01-11 01:46
| 2026-01-11 01:28










































