5 Anak Suku Talang Mamak Meninggal akibat ISPA, Kurang Gizi Perparah Wabah

2026-01-12 06:45:54
5 Anak Suku Talang Mamak Meninggal akibat ISPA, Kurang Gizi Perparah Wabah
PEKANBARU, – Sebanyak 222 warga Suku Talang Mamak di Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, diserang wabah Influenza Tipe A yang kemudian memicu kejadian luar biasa (KLB) infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).Akibat KLB ini, lima anak meninggal dunia.Baca juga: KLB ISPA di Inhu Riau: 5 Anak Suku Talang Mamak Meninggal, Ratusan Orang TerjangkitKepala Dinas Kesehatan Inhu, Sandra, menjelaskan bahwa tingginya angka kematian tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang membuat warga menjadi lebih rentan, salah satunya karena kekurangan gizi."Dipengaruhi berbagai faktor yang meningkatkan kerentanan warga, salah satunya masalah gizi," kata Sandra kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin .Ia menambahkan, faktor lain seperti sanitasi lingkungan yang kurang memadai, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang belum optimal, serta kondisi tempat tinggal yang padat dan tidak memenuhi syarat kesehatan, turut memperburuk situasi.Baca juga: 5 Anak Suku Talang Mamak Meninggal Karena ISPA di Indragiri Hulu RiauSebagai informasi, warga Suku Talang Mamak tinggal di pedalaman, dengan rumah-rumah berbahan kayu dan atap daun.Kondisi ini membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit pernapasan."Kombinasi faktor risiko inilah yang menyebabkan sebagian warga lebih rentan terhadap komplikasi," sebut Sandra.Sandra mengatakan bahwa hingga kini kasus ISPA masih bertambah, meski tren peningkatannya mulai melandai.Dinas Kesehatan Inhu dan puskesmas setempat terus memantau perkembangan kasus serta memperkuat langkah mitigasi."Kami terus melakukan edukasi dari rumah ke rumah, pemantauan kasus aktif, serta memastikan ketersediaan obat-obatan dan fasilitas layanan kesehatan di wilayah terdampak," kata Sandra. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-01-12 05:10