Changan Fokus Layanan, Teknologi, dan AI untuk Masuk Pasar Indonesia

2026-02-04 22:39:51
Changan Fokus Layanan, Teknologi, dan AI untuk Masuk Pasar Indonesia
JAKARTA, - Merek Changan resmi diperkenalkan di Indonesia. Sebagai permulaan, Changan Indonesia akan jual dua model, Deepal S07 dan Lumin, satu SUV listrik, satu lagi city car listrik.Bisa dikatakan kedua model tersebut mengisi pasar yang sudah ramai. Deepal S07 bersaing dengan BYD Sealion 7 dan Aion V, sementar Lumin bertemu Wuling Air ev, BYD Atto 1, dan Seres E1.Senior Executive Vice President Changan Automobile Ye Pei, menegaskan bahwa kehadiran Changan di Indonesia bukan sekadar untuk bersaing dengan merek lain. Tapi berangkat dari komitmen perusahaan untuk memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Baca juga: Ekonomi Lesu, Pasar Mobil Bekas Merosot pada 2025/FATHAN Changan Deepal S07“Dan tentunya di sini kami ingin menunjukkan bahwa Changan memiliki tujuan utama adalah bisa memberikan layanan terbaik untuk pelanggan Indonesia,” kata Ye Pei di acara Brand Launching, Rabu .Ye Pei menyebut Changan memiliki sejarah panjang selama 163 tahun. Sepanjang perjalanan itu, perusahaan selalu memegang prinsip pelayanan.“Kami selalu memegang inti yaitu berpusat kepada pelayanan, kepada pelanggan dan tentunya kita ini memberikan nilai-nilai yang tinggi kepada para pelanggan kami,” katanya.  Baca juga: Spesifikasi Changan Deepal S07 Versi Indonesia, Meluncur di GJAW 2025/FATHAN Changan Lumin versi IndonesiaIa menambahkan bahwa Changan mampu bertahan karena terus berinovasi dan beradaptasi. “Kami bisa memiliki sejarah yang begitu panjang karena bisa terus berinovasi dan mewujudkan terobosan secara cepat dan dapat menyesuaikan dengan pangsa pasar,” kata Ye Pei.Ye Pei juga menyoroti teknologi inti di balik sebuah mobil. Changan mengutamakan penggunaan kecerdasan artificial atau AI dan mengedepankan nilai ramah lingkungan.“Dimana selain kepraktisan intelijen tapi juga mengusung nilai-nilai Go Green,” kata Ye Pei.Terakhir, Ye Pei menegaskan kalau fokus Changan bukan cuma untuk bersaing, tapi menghadirkan produk dan pengalaman berkendara yang benar-benar berbeda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 21:46