Survei PwC: Tingkat Kepuasan Pemilik EV di Indonesia Meningkat

2026-01-16 02:35:53
Survei PwC: Tingkat Kepuasan Pemilik EV di Indonesia Meningkat
JAKARTA, – PwC (PricewaterhouseCoopers) merilis Electric Vehicle Readiness (eReadiness) 2025 yang menyoroti kesiapan pasar EV di enam negara ASEAN. Secara umum, pasar otomotif konvensional di kawasan melemah tipis, namun adopsi EV justru melesat.Indonesia menjadi salah satu negara yang menunjukkan performa paling menonjol, terutama dalam percepatan elektrifikasi, meski pasar kendaraan konvensional tengah tertekan.Menurut laporan tersebut, Indonesia mengalami kontraksi signifikan minus 11 persen pada penjualan kendaraan ringan akibat kenaikan pajak, pelemahan rupiah, serta daya beli yang menurun. Namun, di tengah kondisi itu, segmen kendaraan listrik justru tumbuh pesat.Baca juga: Modal Lepas L8 Siap Masuk Segmen SUV IndonesiaMG Mobil listrik MG4 EV“Di tengah kontraksi pasar otomotif Indonesia sebesar minus 11 persen pada YTD kuartal III 2025, elektrifikasi bergerak ke arah sebaliknya,” ujar Lukmanul Arsyad, PwC Indonesia Industrials and Services Leader, dalam keterangan resmi, Kamis .“Segmen EV Indonesia tumbuh 49 persen, sementara ASEAN secara keseluruhan mencatat peningkatan 62 persen,” kata dia.Indonesia juga mencatat tingkat kepuasan pemilik EV tertinggi di ASEAN, mencapai 99 persen, naik dari 93 persen tahun lalu.Baca juga: Investasi Rp 22,37 Triliun untuk Kendaraan LCEV di IndonesiaPLN SPKLU Center pertama di Jakarta kini resmi beroperasi di Rest Area KM 10 CibuburWaktu pengisian yang lebih cepat, biaya operasional yang rendah, dan peningkatan kualitas baterai menjadi faktor utama yang membuat pengguna semakin yakin menggunakan EV.Meski begitu, masih ada tantangan: 33 persen pemilik EV mempertimbangkan kembali ke mobil bensin atau diesel karena biaya perawatan yang lebih tinggi dari perkiraan serta jarak tempuh yang belum sesuai ekspektasi.Dari sisi calon pengguna, Indonesia memang memiliki porsi prospek EV paling kecil di ASEAN-6. Namun, permintaan tetap dinilai kuat dengan skor 3,7 pada indeks kesiapan PwC.Baca juga: BRIN: Riset Jerami Jadi Biofuel Masih Banyak TantanganDok BYD BYD Atto 1 menjajal jalanan Bandung-Garut. Pada 2025, tingkat kesiapan EV Indonesia meningkat signifikan dari 2,0 menjadi 2,8. Lonjakan terbesar terjadi pada aspek insentif pemerintah, yang mencatat skor 4,0—tertinggi di seluruh ASEAN-6.Kondisi ini menjadikan Indonesia salah satu negara paling agresif dalam menciptakan ekosistem EV yang kompetitif.Meski demikian, Indonesia masih tertinggal pada infrastruktur pengisian daya dengan skor 1,4, jauh di bawah Singapura yang mencapai 4,3.Baca juga: Polytron Fox 350 Dapat Subsidi Rp 7 Juta, Berlaku Sampai Kapan?/DIO DANANJAYA Chery Tiggo 9 CSHPasokan kendaraan listrik juga masih perlu diperkuat karena berada di level 2,3 atau lebih rendah daripada Vietnam.“Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik investasi dan mempercepat transisi EV. Namun, keberhasilan akan bergantung pada penutupan kesenjangan infrastruktur serta penguatan rantai pasok,” kata Lukmanul.Dengan insentif paling progresif di kawasan, tingkat kepuasan pengguna yang sangat tinggi, dan pertumbuhan pasar EV yang kuat, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pusat elektrifikasi terpenting di ASEAN.Namun, percepatan pembangunan SPKLU serta peningkatan kapasitas pasokan lokal akan menjadi kunci untuk menjaga momentum dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan regional yang semakin dinamis.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-16 03:25