Hari Kesehatan Nasional, PDSKJI Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Anak dan Remaja

2026-01-12 07:29:46
Hari Kesehatan Nasional, PDSKJI Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Anak dan Remaja
– Setiap 12 November, Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional, tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”Pada momentum ini, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyoroti tantangan yang kian meningkat pada sektor kesehatan jiwa, terutama di kalangan usia sekolah.Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar dua juta anak Indonesia mengalami gangguan mental, seperti kecemasan, depresi, dan kesulitan mengatur emosi.Baca juga: Makna Tema Hari Kesehatan Nasional 2025 Generasi Sehat, Masa Depan Hebat“Untuk mewujudkan Indonesia Emas, kita tidak cukup hanya menyiapkan generasi cerdas, tetapi juga generasi yang mampu mengatur diri dan mengelola emosi dengan baik,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PDSKJI, dr. Agung Frijanto Sp.KJ(K), MH, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu .Menurut PDSKJI, berbagai masalah tersebut berdampak langsung pada kemampuan belajar, pengendalian diri, pengambilan keputusan, dan hubungan sosial anak.Semua aspek tersebut merupakan bagian dari fungsi eksekutif otak, yaitu kemampuan berpikir, fokus, dan mengelola emosi.Baca juga: Hari Kesehatan Nasional 2025: Tema, Logo, dan Rangkaian KegiatanMelalui riset nasional yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, PDSKJI menemukan bahwa fungsi eksekutif merupakan fondasi penting bagi keberhasilan akademik, sosial, dan emosional anak.Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian PP PDSKJI Dr. dr. Suzy Yusna Dewi, Sp.KJ(K), MARS menjelaskan bahwa fungsi eksekutif adalah pusat kendali otak yang menentukan kemampuan seseorang mengatur diri, berpikir fleksibel, dan mengambil keputusan bijak.“Gangguan fungsi ini bukan masalah perilaku, melainkan persoalan biologis otak yang harus ditangani secara ilmiah,” terangnya.Baca juga: Rangkaian Kegiatan Hari Kesehatan Nasional 2025: Ada Skrining hingga WebinarRiset PDSKJI tahun 2025 terhadap 624 remaja di berbagai wilayah Indonesia menggunakan Alat Ukur Fungsi Eksekutif Indonesia (AUFEI) menunjukkan bahwa 507 remaja belum memiliki fungsi eksekutif yang berkembang optimal.Sebanyak 39,8 persen responden masih kesulitan mempertahankan fokus dan menimbang konsekuensi tindakan.Sementara, 32,7 persen belum mampu menahan impuls emosional.Bahkan, 55,4 persen remaja menunjukkan fungsi spiritual yang belum matang, yang berdampak pada lemahnya kontrol moral dan makna hidup.Kondisi ini berkorelasi kuat dengan meningkatnya depresi, impulsivitas, menurunnya motivasi belajar, hingga kecenderungan terhadap perundungan dan adiksi digital.Baca juga: Psikolog IPB: Jangan Jadikan Berita Negatif Santapan Pagi dan Malam, Bahaya untuk MentalShutterstock/McLittle Stock Ilustrasi remaja melakukan sexting. Menurut PDSKJI, kemajuan teknologi digital membawa dua sisi bagi perkembangan anak dan remaja. Di satu sisi mempercepat proses belajar, tetapi di sisi lain, akan mempercepat disfungsi otak bila dilakukan tanpa pengawasan.


(prf/ega)