Satu dari Tiga Orang Dewasa Berisiko Penyakit Kronis, Asuransi Jadi Penopang Ketahanan Finansial

2026-01-12 01:06:59
Satu dari Tiga Orang Dewasa Berisiko Penyakit Kronis, Asuransi Jadi Penopang Ketahanan Finansial
JAKARTA, – Lonjakan kasus penyakit kritis terus menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global, termasuk Indonesia.Data terbaru mencatat, pada tahun 2023 terdapat 41 juta kematian akibat penyakit kritis, atau setara 74 persen dari seluruh penyebab kematian global.Lebih dari 17 juta orang meninggal sebelum usia 70 tahun, dengan 80 persen di antaranya disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes.Baca juga: Prudential Syariah Kenalkan Wakaf Manfaat Asuransi Syariah, Apa Itu?FREEPIK/FREEPIK Asuransi adalah sebuah perjanjian hukum antara dua pihak, yaitu penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (nasabah).Kondisi tersebut menegaskan bahwa penyakit kritis kini tak hanya mengintai usia lanjut, tetapi juga kelompok usia produktif.Di Indonesia, jumlah kasus penyakit kritis meningkat 11 persen pada 2024, dari 29,7 juta menjadi 33 juta kasus.Artinya, satu dari tiga orang dewasa di Indonesia berisiko mengalami lebih dari satu kondisi kronis sekaligus.Tak sedikit masyarakat kemudian memilih pengobatan ke luar negeri. Sekitar satu juta warga Indonesia setiap tahun melakukan perawatan medis ke Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa dan Amerika Serikat.Baca juga: Ketika Nasabah Jadi Pusat Inovasi Layanan AsuransiBiayanya tidak murah. Misalnya, operasi jantung di Singapura dapat mencapai 16.000 sampai 25.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 192 juta hingga Rp 300 juta, dan terus meningkat seiring inflasi medis global.Ironisnya, studi terbaru Prudential yang melibatkan lebih dari 4.000 responden di empat negara menemukan bahwa 9 dari 10 orang Indonesia menunda pengobatan.Sebanyak 44 persen di antaranya berulang kali menunda perawatan karena keterbatasan biaya, kurangnya informasi, hingga tanggung jawab keluarga.


(prf/ega)