Paspor Elektronik dengan Fitur Keamanan Terbaru Mulai Diterbitkan November 2025

2026-02-02 01:00:26
Paspor Elektronik dengan Fitur Keamanan Terbaru Mulai Diterbitkan November 2025
JAKARTA, - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan akan menerbitkan paspor elektronik dengan fitur keamanan terbaru bulan ini.Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menuturkan bahwa tinta multicolor invisible fluorescent pada setiap halaman visa yang bisa berpendar di bawah sinar ultraviolet menjadi fitur terbaru."Paspor dengan fitur pengaman terbaru ini mulai diterbitkan di awal November 2025," ujar Yuldi dalam keterangan pers, Kamis .Yuldi mengatakan, seiring dengan adanya fitur baru itu, Paspor RI dengan fitur pengaman lama masih akan diterbitkan hingga habis persediaannya."Paspor lama yang telah diterbitkan tetap sah dan berlaku sampai masa berlakunya berakhir, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan penggantian lebih awal secara mendadak," kata dia.Baca juga: Nama Hanya 1 Kata, Bisakah Ditambah di Dukcapil untuk Urus Paspor?Ia menyampaikan bahwa kebijakan fitur pengaman terbaru ini diambil untuk menjamin kenyamanan dan kepastian layanan bagi seluruh pemohon paspor di dalam dan luar negeri."Fitur pengaman paspor merupakan bagian dari transformasi layanan imigrasi untuk memperkuat posisi paspor Republik Indonesia di tingkat global," tuturnya.Yuldi melanjutkan, Ditjen Imigrasi akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk memastikan paspor kita semakin aman dan tepercaya di dunia internasional."Dengan fitur keamanan terbaru ini, kami ingin memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi warga negara Indonesia yang bepergian ke luar negeri," ujarnya.Selain sebagai dokumen perjalanan, kata Yuldi, paspor Indonesia membawa filosofi kebangsaan yang tecermin dari setiap elemennya.Baca juga: Paspor Malaysia Naik ke Peringkat 3 Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?Setiap lembaran dalam paspor memuat ilustrasi budaya dan keindahan alam Nusantara sebagai bentuk promosi diplomasi kebudayaan Indonesia ke seluruh dunia."Paspor yang kuat akan menguatkan posisi bangsa. Kami berharap inovasi ini memberi nilai tambah bagi setiap perjalanan warga negara Indonesia di seluruh penjuru dunia," tutup Yuldi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 01:33