JAKARTA, – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memberi tekanan pada ekspor perikanan dari wilayah tersebut. Dampaknya dinilai tidak besar untuk kinerja ekspor nasional.Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, menjelaskan hal itu sejalan dengan struktur pasokan bahan baku. Sumatera Utara banyak bergantung pada suplai dari Aceh."Kalau bicara bencana yang kemarin, memang di sana yang paling besar ekspornya adalah Sumatra Utara. Dan Sumatra itu mendapatkan suplai dari Aceh. Tentu hal ini akan memengaruhi pencapaian target ekspor di Sumatera Utara,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor KKP, Jakarta, Kamis .Baca juga: 60 Kampus yang Terdampak Banjir Aceh-Sumatera, Terbanyak Kampus SwastaMachmud menegaskan kerugian ekspor dari Sumatra tidak memengaruhi total ekspor perikanan Indonesia. Kontribusi terbesar ekspor nasional berasal dari wilayah lain, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta."Jadi kalau dilihat secara total Indonesia, itu posisinya tidak tinggi," kata dia.Baca juga: Mentan Kirim 153 Truk Isi Sembako ke Sumatera, Bantuan Korban Banjir Ia menambahkan, KKP masih melakukan pengecekan menyeluruh terhadap unit pengolahan yang terdampak bencana. Data awal menunjukkan unit yang terdampak berukuran kecil."Memang yang terdampak memang unit pengolahan yang cukup kecil. Itu kami sudah punya datanya, mana-mana saja yang terdampak dari bencana ini," pungkas Machmud.
(prf/ega)
Bencana Ganggu Suplai Aceh, Target Ekspor Sumut Ikut Tertekan
2026-01-12 07:38:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:47
| 2026-01-12 05:32
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 05:04










































