Harga Bitcoin Turun, Pasar Kripto Disebut Masih dalam Fase Konsolidasi

2026-02-04 08:54:52
Harga Bitcoin Turun, Pasar Kripto Disebut Masih dalam Fase Konsolidasi
JAKARTA, - CEO Tokocrypto Calvin Kizana memprediksi perdagangan aset kripto global masih berada dalam fase konsolidasi hingga akhir 2025. Kondisi ini dipicu ketidakpastian ekonomi dan sikap wait and see pelaku pasar.Harga Bitcoin (harga BTC) tercatat mengalami penurunan tajam hingga ke level 84.537,42 dollar AS pada Sabtu .Calvin menyebut pelemahan ini dipengaruhi kekhawatiran pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mungkin menunda pemotongan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan terjadi pada Desember.Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Turun di Bawah 3 Triliun Dollar ASKekhawatiran tersebut meningkat setelah rilis data ketenagakerjaan AS menunjukkan tambahan 119.000 tenaga kerja pada September, jauh di atas proyeksi 50.000. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas penurunan suku bunga kini hanya sekitar 40 persen.Tekanan global turut memengaruhi pasar Indonesia. Meski begitu, Calvin menilai pasar kripto domestik masih menunjukkan ketahanan.Menurut Calvin, volatilitas yang terjadi di pasar global memang memengaruhi aktivitas perdagangan di Indonesia."Namun, menariknya adalah meskipun nilai transaksi turun, jumlah pengguna kripto di Indonesia terus meningkat. Ini menunjukkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap aset digital tetap terjaga, bahkan ketika pasar sedang cooling down," ujar Calvin dalam keterangannya.Baca juga: Nilai Transaksi Kripto RI Sentuh Rp 409,56 Triliun, Investor Tembus 18,61 Juta OrangData Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto Januari–Oktober 2025 mencapai Rp 409,56 triliun, turun 13,77 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.Di sisi lain, jumlah pengguna naik menjadi 18,61 juta pada September 2025 atau tumbuh 3,05 persen dalam satu bulan.Calvin menyebut kondisi pasar saat ini belum menunjukkan fase bearish struktural. Indikator on-chain, adopsi pengguna, dan aktivitas pengembang disebut masih stabil.Calvin menilai pemerintah memiliki peran dalam menjaga stabilitas pasar melalui kebijakan perpajakan, rencana bursa kripto tambahan, dan edukasi publik. Langkah ini dinilai dapat memperkuat fondasi ekosistem digital nasional.Baca juga: Harga Bitcoin Sentuh Titik Terendah Selama 6 Bulan Beruntun, Investor Kripto Harus WaspadaUntuk 2026, ia melihat peluang pemulihan jika situasi makro global membaik, termasuk potensi penurunan suku bunga, meningkatnya minat risiko, masuknya likuiditas baru, serta siklus pasca-halving yang secara historis mendorong penguatan harga.Meski tetap optimistis, Calvin mengingatkan pasar masih berisiko bergerak sideways jika tekanan global berlanjut."Investor perlu tetap waspada, melakukan analisis, dan memahami risiko. Namun, kita melihat bahwa minat masyarakat Indonesia terus tumbuh, yang menjadi sinyal positif bahwa ekosistem kripto di Indonesia semakin matang dan siap berkembang dalam jangka panjang," ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 09:08