Saking Sulitnya Gencatan Senjata Gaza, AS-Israel-Qatar KTT Tertutup di New York

2026-01-11 03:56:54
Saking Sulitnya Gencatan Senjata Gaza, AS-Israel-Qatar KTT Tertutup di New York
NEW YORK CITY, - Amerika Serikat, Israel, dan Qatar menggelar pertemuan trilateral tertutup di New York pada Minggu , menurut laporan media AS, Axios.Pertemuan ini terjadi beberapa bulan setelah serangan udara Israel di ibu kota Qatar, Doha, gagal mengenai sasaran yang diyakini sebagai pemimpin Hamas.Mengutip dua sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, Axios menyebut bahwa ini merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama antara ketiga negara sejak dimulainya upaya gencatan senjata di Gaza, dengan Qatar berperan sebagai mediator utama.Baca juga: Pakistan-Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata Usai Ditengahi QatarHingga berita ini diunggah, Gedung Putih belum memberikan konfirmasi mengenai pertemuan tersebut.Menurut laporan Axios, utusan khusus Gedung Putih, Steve Witkoff, menjadi tuan rumah dalam pertemuan ini.Israel diwakili Kepala Badan Intelijen Mossad, David Barnea, sedangkan Qatar mengirim pejabat senior yang tidak disebutkan namanya.Qatar, bersama Mesir dan AS, terlibat aktif dalam upaya memediasi gencatan senjata Israel-Hamas.Namun, implementasi kesepakatan gencatan senjata tersebut masih rentan. Kedua pihak saling menuduh telah melanggarnya.AP Photo/Mark Schiefelbein via Euronews Presiden AS Donald Trump (tengah) bersama Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dan Perdana Menteri Qatar sekaligus Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani saat pertemuan singkat dari dalam pesawat Air Force One di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, Sabtu .Dalam konferensi diplomatik di Doha, Sabtu , Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani kembali menegaskan pentingnya penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza."Gencatan senjata tidak dapat diselesaikan kecuali ada penarikan penuh pasukan Israel dan adanya stabilitas di Gaza," ujarnya, dikutip dari kantor berita AFP.Baca juga: Dulu Musuhi Qatar, Mengapa Kini Tiba-tiba Netanyahu Minta Maaf?Bersama Mesir, Qatar juga menyerukan pengerahan pasukan stabilisasi internasional guna mendukung pelaksanaan penuh gencatan senjata Gaza.Axios menyebut bahwa fokus utama pertemuan di New York adalah membahas pelaksanaan teknis perjanjian damai Gaza, termasuk mekanisme stabilisasi di lapangan.Sebelumnya, pada 9 September 2025, jet tempur Israel melancarkan serangan udara di Doha yang bertujuan menargetkan Khalil Al Hayra, negosiator utama Hamas.Namun, serangan tersebut gagal mengenai target dan menewaskan enam orang sipil.Serangan ini memicu gelombang kritik internasional, termasuk dari Presiden AS Donald Trump.Masih menurut laporan Axios, atas desakan Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya menghubungi Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dari Gedung Putih untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.Baca juga: RD Kongo dan Milisi M23 Sepakati Kerangka Damai di Qatar


(prf/ega)