Amartha Sebut Ibu-ibu UMKM Sosok Penggerak Perubahan di Desa

2026-01-13 13:24:58
Amartha Sebut Ibu-ibu UMKM Sosok Penggerak Perubahan di Desa
JAKARTA, - Perusahaan teknologi keuangan (fintech) Amartha, memandang sosok ibu-ibu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan sosok penggerak perubahan. Founder sekaligus CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, pihaknya melihat ibu-ibu UMKM itu membawa perubahan di lingkungan pedesaan. Hal ini membuat Amartha menghadirkan para pelaku UMKM dalam Amartha Impact Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu . Adapun Amartha menjadi perusahaan yang salah satunya fokus memberikan bantuan modal untuk pelaku UMKM di akar rumput, terutama pedesaan. “Di sini juga kita mau nunjukin bagaimana kita berkolaborasi dengan lintas sektor, bagaimana kita ikut menunjukkan bahwa UMKM Ibu-ibu di desa itu, they are change maker untuk lingkungannya, untuk masyarakat sekitarnya,” kata Taufan saat ditemui di TIM, Jakarta, Sabtu. Baca juga: Amartha Promosikan Potensi UMKM Lewat The 2024 Asia Grassroots Forum Taufan menyebut, ibu-ibu pelaku UMKM itu memiliki daya kreatifitas dan bisa membuka lapangan kerja untuk komunitas mereka di desa. Hari ini, Amartha mengajak ibu-ibu desa itu untuk hadir dalam festival dan menunjukkan peran mereka. “Dengan kita ngajakin mereka datang ke sini, dengan aktivitas yang mereka, dampak ekonomi yang mereka bangun,” tutur Taufan. Baca juga: Wujudkan Hutan Berbasis Rakyat, Amartha Tanam 2000 Pohon di Bali Sebagai perusahaan yang didirikan sejam 2010, Amartha telah menyalurkan Rp 30 triliun lebih pinjaman modal yang menjangkau 3 juta pelaku UMKM di berbagai pelosok daerah. Namun demikian, Taufan mengaku, Amartha memiliki sejumlah tantangan. Di antaranya akses internet yang belum merata dan akses teknologi di desa. Pihaknya berharap, Amartha bisa memberikan bantuan modal kepada masyarakat kecil di manapun mereka. “Kita ngomongin kalau masyarakat di desa ini sebenarnya akses permodalan, akses keuangan, mungkin mereka bisa dapat dari mana saja, tapi bagaimana kita memberikan akses permodalan yang sustain, yang berkelanjutan,” ujar Taufan. “Itu tantangan yang tidak gampang juga. Jadi kita bisa mendampingi usaha mereka terus tumbuh, berkembang,” tambahnya. Baca juga: Perlu Banyak Kolaborasi, Amartha Dukung Pencabutan Moratorium Fintech Lending Salah satu mitra UMKM Amartha, Gusti Ian mengaku telah mengakses pinjaman modal sejak pasca Pandemi Covid-19. Pinjaman diberikan secara mudah dengan tidak mensyaratkan jaminan, melainkan komunitas usaha. Berkat bantuan akses modal itu, Ian kini bisa mengembangkan usaha kebayanya hingga lebih besar. “Sekarang sudah bisa sewa toko, sudah jadi berkembang,” tutur Ian saat menjaga lapaknya di festival.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-13 14:21