Dollar AS Tertekan, Diproyeksi Catat Kinerja Tahunan Terburuk Sejak 2017, Ada Apa?

2026-01-12 07:42:37
Dollar AS Tertekan, Diproyeksi Catat Kinerja Tahunan Terburuk Sejak 2017, Ada Apa?
- Nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan mencatat kinerja tahunan terburuk sejak 2017.Pelemahan ini terjadi setelah mata uang tersebut berbulan-bulan tertekan oleh ketidakpastian kebijakan tarif pada era Presiden Donald Trump.Tekanan terhadap greenback semakin kuat seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga tahun depan.Baca juga: Polemik Roti O Tolak Uang Tunai, Ini Tanggapan Manajemen dan BISeperti dilaporkan The Independent, Rabu , sentimen ini bertahan meskipun data produk domestik bruto (PDB) AS terbaru menunjukkan kinerja yang solid.Namun, data tersebut belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi investor terhadap arah kebijakan moneter ke depan.Para analis kini memperkirakan setidaknya akan ada dua kali pemangkasan suku bunga tambahan pada 2026.Kepala Ekonom AS Goldman Sachs, David Mericle, mengatakan pihaknya memproyeksikan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan berkompromi dengan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga acuan berada di kisaran 3–3,25 persen.“Namun, kami melihat risikonya cenderung ke arah yang lebih rendah,” ujar Mericle, seraya mengaitkan proyeksi tersebut dengan tren perlambatan inflasi di AS.Secara keseluruhan, indeks dollar AS terhadap sekeranjang mata uang utama turun ke level terendah dalam dua setengah bulan di angka 97,767.Sepanjang 2025, dollar diperkirakan melemah hampir 9,8 persen, menjadi penurunan tahunan terdalam sejak 2017.Jika pelemahan berlanjut hingga akhir tahun, kinerja dollar berpotensi menjadi yang terburuk sejak 2003.Gejolak tarif dan kekhawatiran pasar terhadap independensi The Fed sempat memicu krisis kepercayaan terhadap aset-aset AS pada awal tahun, yang turut menambah tekanan terhadap mata uang tersebut.Baca juga: Putus Tunangan, Pria Ini Minta Mantan Kembalikan Uang Kencan Rp 110 JutaUNSPLASH/IBRAHIM BORAN Ilustrasi mata uang euro.Di saat dollar AS melemah, euro dan poundsterling justru menguat ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.Euro bertahan di kisaran 1,180 dollar AS, sementara pound berada di level 1,3522 dollar AS. Sepanjang tahun ini, euro telah menguat lebih dari 14 persen dan berpeluang mencatat kinerja terbaik sejak 2003.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-12 05:40