Banyak Sekolah Tak Bisa Gelar Pembelajaran karena Banjir Sumatera

2026-02-04 17:21:32
Banyak Sekolah Tak Bisa Gelar Pembelajaran karena Banjir Sumatera
JAKARTA, KOMPAS.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melaporkan banyak sekolah di Sumatera yang terdampak banjir kini belum bisa menggelar kegiatan pembelajaran.“Dari sisi kebijakan pembelajaran, kami melaporkan bahwa pembelajaran di 52 kabupaten-kota terdampak mengalami gangguan dengan komposisi yang berbeda,” kata Mu’ti menyampaikan laporan ini dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Jakarta, dilansir ANTARA, Senin .Baca juga: Relawan Difabel pun Ingin Bantu Korban Banjir Sumatera, Siap Diberangkatkan dari DIYDi Aceh, ia menyebutkan sebanyak 15 kabupaten/kota belum dapat melaksanakan pembelajaran, sementara tiga wilayah lainnya sudah mulai membuka sekolah secara bertahap.Kemudian di Provinsi Sumatra Utara, Mu'ti mengatakan terdapat dua wilayah yang belum dapat melakukan pembelajaran dan dua wilayah yang baru dapat melakukan sebagian pembelajaran.Adapun untuk Provinsi Sumatra Barat, kata dia, sebagian besar wilayah sudah dapat melaksanakan pembelajaran, kecuali sebanyak 93 sekolah di Kabupaten Agam yang masih fokus pada pemulihan kondisi pascabencana hingga tanggal 22 Desember 2025.Baca juga: Terdampak Banjir, 93 Sekolah di Agam Diliburkan hingga 22 DesemberOleh karena itu, pihaknya telah mengarahkan pelaksanaan pembelajaran darurat melalui berbagai pendekatan mulai 8 Desember 2025.Berbagai pendekatan itu, lanjutnya, meliputi pendirian ruang kelas sementara, penempatan siswa ke sekolah sekitar yang tidak terdampak, pengaktifan jadwal pembelajaran fleksibel, serta penggunaan modul pembelajaran kedaruratan.Ia menambahkan pendampingan guru dan relawan pendidikan juga terus dilakukan untuk membantu proses pembelajaran di tenda-tenda darurat.Sementara terkait jadwal pelaksanaan ujian akhir semester (UAS), Mu'ti meminta pemerintah daerah (pemda) di tiga wilayah tersebut untuk mengaturnya sesuai kondisi di wilayah masing-masing pascabencana.Ia mengatakan pihaknya menyerahkan kewenangan terkait jadwal pelaksanaan UAS tersebut kepada pemda dikarenakan pemda lebih mengerti kondisi wilayah masing-masing usai terjadinya bencana alam banjir dan longsor.Salurkan bantuan Anda untuk korban banjir Sumatera lewat tautan kanal donasi di bawah ini:https://kmp.im/BencanaSumatera


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-04 16:05