CILACAP, - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap selama tiga hari sejak Sabtu hingga Senin menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan.Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 114,5 juta, saat ini proses perhitungan masih berlangsung.Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, tercatat 14 desa di tujuh kecamatan terdampak bencana.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan sungai dan pergeseran tanah di daerah perbukitan."Banjir terjadi di enam kecamatan dan tanah longsor di tujuh titik berbeda. Totalnya ada 239 rumah terendam dan empat rumah rusak akibat longsor," kata Budi kepada wartawan, Selasa .Baca juga: Gus Dur Jadi Teladan Toleransi, MI Al Muttaqin Cilacap Ajak Siswa Belajar Lewat SeniBudi menjelaskan, wilayah terdampak banjir berada di daerah cekungan dan perbukitan, dengan kontur tanah labil."Jadi saat curah hujan tinggi, risiko longsor meningkat," ujar Budi.Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak pada dua sekolah, satu masjid, dan satu balai desa.Sementara tanah longsor menyebabkan enam jalan kabupaten dan satu ruas jalan nasional tertutup material longsoran.Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Cilacap, Ratusan Warga MengungsiAdapun nilai kerugian akibat longsor sementara ditaksir mencapai Rp 114,5 juta, dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.BPBD Cilacap mencatat sebanyak 41 kepala keluarga atau 74 jiwa terpaksa mengungsi ke gedung Ma’arif Sidamulya, Kecamatan Wanareja, karena rumah mereka terendam. Hingga Senin sore, sebagian pengungsi masih bertahan menunggu kondisi membaik."Sebagian warga sudah kembali membersihkan rumahnya karena air mulai surut, tetapi kami tetap siagakan tim untuk antisipasi hujan susulan," kata Budi.Pihaknya bersama unsur Forkompincam, Dinas Sosial, TNI/Polri, dan relawan telah menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.Baca juga: Kilang Cilacap, Bukti Transformasi Pertamina Menuju Energi HijauBantuan mencakup bahan makanan, perlengkapan keluarga, air bersih, serta bahan bangunan rumah."Alat berat dari BBWS Citanduy juga sudah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran. Kami fokus memastikan akses jalan dan pelayanan dasar warga bisa segera pulih," jelas Budi.Baca juga: Tol Gedebage–Cilacap Ditargetkan Mulai 2026, Getaci Akan Jadi Tol Terpanjang di IndonesiaBPBD Cilacap mengimbau warga di daerah rawan banjir dan longsor agar tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di lereng dan bantaran sungai."Curah hujan masih tinggi beberapa hari ke depan. Kami minta warga segera melapor bila melihat tanda-tanda longsor atau genangan tinggi agar bisa segera ditangani," kata Budi.
(prf/ega)
Hujan 3 Hari Picu Banjir dan Longsor di Cilacap, Kerugian Sementara Capai Rp 114,5 Juta
2026-01-12 17:36:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:35
| 2026-01-12 17:24
| 2026-01-12 17:05
| 2026-01-12 16:58
| 2026-01-12 15:48










































