Alasan Kenapa Jarak Aman Berkendara Harus Lebih Panjang Saat Hujan

2026-01-16 06:21:02
Alasan Kenapa Jarak Aman Berkendara Harus Lebih Panjang Saat Hujan
SOLO, - Berkendara di musim hujan butuh penyesuaian jarak aman menjadi lebih panjang, sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya di jalan. Bila dalam kondisi normal jarak aman 3 detik, saat hujan bisa sampai 5 detik.Cara menghitungnya, pilih patokan tetap di jalan seperti tiang, marka, atau pohon. Saat kendaraan di depan melewati patokan, mulai hitung waktunya berapa detik sampai kendaraan kita melewati patokan tersebut.Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan saat hujan, jarak aman perlu disesuaikan menjadi lebih panjang yakni 4 sampai 5 detik.Baca juga: Tips Aman Berkendara Motor Saat Musim Hujan Menurut Ahli“Tujuannya untuk mengantisipasi risiko, saat hujan visibilitas cenderung jelek, jarak pengereman bisa lebih panjang, dan ada risiko aquaplaning karena jalan licin,” ucap Marcell kepada , Senin .Dengan menyesuaikan jarak aman menjadi lebih panjang, diharapkan dapat terhindar dari risiko kecelakaan beruntun di jalan, karena pengemudi bisa memiliki waktu cukup untuk bereaksi.Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Achmad Wildan mengatakan, bahwa kecepatan kendaraan berbanding lurus dengan jarak, dan berbanding terbalik dengan waktu reaksi pengemudi.Baca juga: Motor Tahun Muda Kerap Bermasalah, Gaya Berkendara Bisa Jadi BiangDokumentasi Jasa Marga Penerapan contraflow dari Km 55 - 47 ruas ajalan tol Japek arah Jakarta, Minggu sore.“Sebagai catatan, waktu reaksi yang ditetapkan oleh pemerintah dalam mendesain jalan adalah 2,5 detik dalam kondisi normal,” ucap Wildan kepada , belum lama ini.Waktu reaksi terlalu singkat, menurut Wildan berbahaya, karena tak semua pengemudi bisa bereaksi dengan cepat dan akurat.Ketika kondisi jalan licin, muatan berat dan kecepatan tinggi, maka jarak pengereman akan menjadi lebih panjang. Sehingga, jarak aman saat hujan harus disesuaikan lebih panjang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-16 05:06