Alasan Kopi Bikin Kita Lebih Sering Buang Air Kecil

2026-02-02 23:41:51
Alasan Kopi Bikin Kita Lebih Sering Buang Air Kecil
- Bagi jutaan orang, kopi adalah bagian tak terpisahkan dari rutinitas pagi. Aromanya membantu kita bangun dari kantuk, sementara kafeinnya memberi dorongan energi untuk memulai hari.Namun, ada satu efek samping yang hampir selalu mengikuti: keinginan buang air kecil yang datang lebih cepat dari biasanya.Meski terdengar sepele , hubungan antara kopi dan sering buang air kecil sebenarnya merupakan proses biologis yang normal dan bisa dijelaskan secara ilmiah.Salah satu alasan utama kopi membuat kamu cepat ke kamar mandi adalah karena cairan dicerna lebih cepat dibanding makanan padat.Saat kamu minum kopi, terutama ketika perut masih kosong di pagi hari, sistem pencernaan tidak memiliki banyak “hambatan”.Cairan pun bisa langsung melewati usus dan ginjal sebelum akhirnya menuju kandung kemih. Proses ini akan berlangsung lebih cepat lagi jika kopi yang kamu minum mengandung kafein.Baca juga: Warung Kopi Asiang dan Jejak Tradisi Ngopi Subuh di PontianakMenurut Lisa Anderson, profesor biologi integratif dan fisiologi di University of Minnesota, usus halus menyerap cairan melalui proses osmosis.Zat seperti natrium dan elektrolit ditarik masuk terlebih dahulu, lalu cairan mengikutinya. Pada kopi berkafein, senyawa seperti kafein dan polifenol bersifat larut dalam lemak, sehingga mudah menembus lapisan saluran pencernaan dan diserap tubuh dengan cepat.Masalahnya tidak berhenti saat kopi mencapai kandung kemih. Ketika kandung kemih mulai terisi, tubuh akan mengirim sinyal ke otak melalui pusat yang disebut micturition center, yaitu bagian otak yang memberi tahu bahwa sudah waktunya buang air kecil.Kafein kemudian memperparah proses ini dengan merangsang otot detrusor, yaitu otot dinding kandung kemih. Akibatnya, rasa ingin buang air kecil muncul lebih cepat dan lebih mendesak.PIXABAY/CHRIS Ilustrasi kopi, biji kopi. Begini Efek Kopi bagi Penderita Hipertensi, Amankah Dikonsumsi?Rena Malik, seorang ahli urologi dari University of Maryland School of Medicine, menjelaskan bahwa kafein bersifat iritan bagi kandung kemih.Ketika kandung kemih teriritasi, ia akan lebih sering berkontraksi, menimbulkan sensasi urgensi dan dorongan kuat untuk buang air kecil yang sulit ditahan.Selain membuat ingin buang air kecil lebih cepat, kopi berkafein juga dapat meningkatkan jumlah urine. Hal ini karena kafein bersifat diuretik, yaitu merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan dari tubuh.Itulah sebabnya, meski Anda merasa tidak minum banyak cairan, volume urine yang keluar bisa terasa lebih banyak.Baca juga: Bekasi Punya Kebun Kopi, Ada Robusta hingga Kopi Arabika AcehSelama konsumsi kafein Anda tidak melebihi 400 miligram dalam waktu singkat, kondisi ini masih tergolong aman dan normal.Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, disarankan minum air putih setelah ngopi, agar tubuh tidak mengalami dehidrasi ringan.Bagi kebanyakan orang, sering buang air kecil setelah minum kopi bukanlah tanda masalah kesehatan.Namun, jika frekuensinya terasa berlebihan atau mulai mengganggu aktivitas, kamu bisa mencoba beralih ke kopi tanpa kafein (decaf).Baca juga: 9 Promo Kopi 12.12, Ada Fore hingga Point CoffeeJika keluhan tetap berlanjut atau disertai rasa nyeri, sebaiknya konsultasikan dengan dokter urologi untuk memastikan tidak ada gangguan pada saluran kemih.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-02 23:17