JAKARTA, - Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi bencana susulan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akibat cuaca ekstrem.Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mempercepat proses pembersihan kayu-kayu yang berada di aliran sungai agar tidak ada sumbatan."Kami meminta kepada Kemenhut untuk mempercepat proses pembersihan di aliran-aliran sungai supaya nanti tidak ada sumbatan dari kayu-kayu yang kemarin seperti bencana yang pertama," kata Prasetyo di Jakarta, Senin , melansir Antara.Baca juga: Bencana Iklim 2025 Renggut Lebih dari Rp 2.000 Triliun, Asia Paling TerdampakSelain itu, pemerintah juga meminta agar pemetaan wilayah yang memiliki kecuraman ekstrem, terutama daerah dengan jenis tanah lumpur, dilakukan secepatnya. Hal ini penting dilakukan karena wilayah itu memiliki jenis tanah berbeda.Menurutnya, dengan mengetahui jenis tanah tertentu maka akan lebih mudah untuk melakukan antisipasi, guna menghindari bencana susulan."Jenis yang longsor-longsor itu berada di tingkat yang kelerengannya cukup tinggi, dan pastilah jenis yang tanahnya, termasuk yang jenis tanah lumpur atau lembek, bukan tanah yang sifatnya kuat atau kasar," paparnya.Baca juga: BNPB Catat 3.176 Bencana Alam di Indonesia 2025, Banjir dan Longsor MendominasiLebih lanjut, pemerintah juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memadupadankan hasil evaluasi dari BMKG terhadap wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan curah hujan.Selain itu, edukasi kepada masyarakat terhadap respons cepat bila terjadi bencana perlu lebih digencarkan."Kami meminta dilakukan proses edukasi dan pemberitahuan kepada masyarakat di wilayah yang diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan. Itu beberapa mitigasi yang kita lakukan," pungkas Prasetyo.
(prf/ega)
Pemerintah Siapkan Mitigasi Bencana Susulan Akibat Cuaca Ekstrem
2026-01-12 05:56:41
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:13
| 2026-01-12 05:42
| 2026-01-12 03:57
| 2026-01-12 03:53










































