- Olimpiade Matematika tingkat SD dan MI se-Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang digelar Saryta Management di Gedung Serbaguna Desa Ledok Wetan, Minggu , berakhir ricuh.Kegiatan yang diikuti sekitar 2.000 peserta itu memicu kepanikan massal, protes orang tua, hingga suasana tidak terkendali yang membuat panitia menghentikan seluruh rangkaian lomba.Insiden kericuhan pada Olimpiade Matematika Bojonegoro 2025 tersebut kini menjadi sorotan setelah ribuan siswa dan orang tua terlibat dalam kepanikan akibat dugaan ketidaksiapan panitia dan membludaknya jumlah peserta.Baca juga: Viral, Siswa MI di Bojonegoro Menggelar Kegiatan Belajar Mengajar di Bangunan Tak LayakSejumlah wali murid menyampaikan keluhan sejak pagi saat sesi pertama olimpiade dimulai. Mereka menilai penyelenggaraan olimpiade tidak profesional dan jauh dari ekspektasi kompetisi resmi tingkat kabupaten.Kritik yang muncul meliputi kurangnya persiapan teknisi, tdak jelasnya alur antrean pesertae, keterbatasan ruang di dalam gedungi, mnimnya petugas lapangane dan penjadwalan yang molor serta tidak disiplinBeberapa orang tua juga menyebut sejak sesi awal terlihat tanda-tanda kepadatan berlebih yang membuat anak-anak kesulitan bergerak menuju ruang lomba.Ketegangan memuncak ketika pengumuman hasil penjurian Olimpiade Matematika SD/MI Bojonegoro disampaikan. Dua orang tua peserta tidak menerima hasil tersebut dan melayangkan protes keras, menilai penilaian lomba tidak adil dan tidak transparan.Ketua Panitia Penyelenggara Saryta Management, Ita Puspitasari, membenarkan bahwa protes tersebut menjadi awal mula keributan.“Awalnya hanya dua orang tua yang protes, kemudian diikuti oleh ratusan orang tua lainnya hingga anak-anak yang masih berada di dalam gedung menjadi panik,” ujar Ita, Minggu .Protes tersebut memicu efek domino. Ratusan orang tua lain mulai merangsek masuk ke gedung hingga menghambat jalur keluar peserta yang baru selesai mengikuti lomba.Baca juga: Ayah di Bojonegoro Perkosa Anak Kandungnya yang Masih Remaja hingga HamilKetika ratusan orang tua memasuki gedung secara bersamaan, situasi langsung berubah kacau. Ribuan peserta yang sebagian besar siswa kelas 1 hingga 6 SD dan MI panik dan berusaha mencari orang tua mereka.Saksi di lokasi menyebut banyak anak-anak menangis karena takut, bahkan beberapa histeris ketika melihat kerumunan orang dewasa mendorong masuk. Bahkan ada yang menangis keras karena terpisah dengan pendampingnya. Di luar gedung, kepanikan juga terjadi. Orang tua yang menunggu di luar berusaha menerobos masuk setelah mengetahui kericuhan di dalam.Situasi dipertaruhkan karena jalur keluar-masuk gedung yang sangat sempit dan area parkir yang tidak tertata. Hal tersebut memicu kemacetan panjang di area sekitar lokasi acarai, termasuk karena tidak adanya petugas keamanan internalPanitia terlihat kewalahan mengatur arus orang tua dan peserta yang ingin keluar bersamaan.Baca juga: Jembatan Penghubung Lamongan-Bojonegoro Amblas, Dinas Terkait Lakukan Penanganan Darurat
(prf/ega)
Ricuh Olimpiade Matematika di Bojonegoro, Ribuan Peserta Panik, Acara Dibubarkan, Panitia Diperiksa Polisi
2026-01-11 22:50:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:16
| 2026-01-11 22:58
| 2026-01-11 22:34










































