- Dompet Dhuafa bekerja sama dengan sejumlah musisi mengadakan konser amal bertajuk “Bersama untuk Sumatera” di M Bloc Live House, Jakarta Selatan, Senin .Konser yang menampilkan Bang Is bersama Parade Hujan, Vikri Rahmat, Driven by Animals, Indra The Rain, Skastra, Panji Sakti, Souljah, Haddad Alwi, Sore, serta J-Rocks digelar untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Seperti kita ketahui, Bencana yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan tersebut telah merenggut ratusan korban jiwa dan menimbulkan kerugian material dan kerusakan infrastruktur yang besar.“Konser amal ini menjadi salah satu upaya untuk terus menggalang resources dan memastikan keprihatinan masyarakat atas kondisi bencana dapat tersalurkan menjadi aksi yang produktif,” kata Direktur Mobilisasi Sumberdaya Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti.Baca juga: Kick Off Paradaya Movement 2.0, Dompet Dhuafa Gandeng Institut Kemandirian Gelar Pelatihan Maternity SpaEtika Setiawanti, yang baru saja turun langsung ke lokasi bencana di Lubuk Minturun dan Pidie Jaya, memaparkan bahwa kondisi di lapangan betul-betul mencekam. Bahkan, banjir bandang membuat kampung hanyut dan rata dengan lumpur di beberapa titik.Setelah bencana usai, masyarakat harus menghadapi dampak susulan. Di Sumatera Barat, lumpur yang mengering menjadi debu tebal di bawah cuaca terik. Ini menyebabkan masyarakat yang terdampak mulai mengalami infeksi pernapasan dan demam, terutama anak-anak dan lansia.“Sementara itu, di Aceh, hujan yang masih terus turun menyebabkan genangan banjir masih mencapai setinggi lutut,” kata Etika di M Bloc.Tim respons Dompet Dhuafa, kata Etika, telah bergerak paralel dengan berbagai elemen sejak hari pertama bencana.Baca juga: DMC Dompet Dhuafa Distribusikan Bantuan untuk Penyintas Banjir di BireuenSalah satunya berkolaborasi dengan relawan koki selebritas untuk menyediakan dapur umum hingga seribu porsi makanan setiap hari serta layanan trauma healing. Saat ini, Dompet Dhuafa telah memberangkatkan 60 ton bantuan logistik ke tiga titik terdampak.Meski demikian, masyarakat yang terdampak bencana masih membutuhkan air bersih, layanan kesehatan, bantuan logistik, serta dukungan infrastruktur.Etika menegaskan bahwa Dompet Dhuafa akan terus berupaya menyentuh titik terdalam yang masih terisolasi. Pihaknya memastikan setiap bantuan yang disalurkan terkoordinasi dan terintegrasi dengan elemen masyarakat dan pemerintahan setempat.KOMPAS.COM/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA. Direktur Mobilisasi Sumberdaya Dompet Dhuafa Etika Setiawanti.Sementara itu, Direktur Program Sosial Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji menyatakan bahwa kesiapan dan kecepatan merespons dalam situasi tanggap darurat menjadi kunci utama penanganan bencana.“Dalam menangani bencana, Dompet Dhuafa melakukan aksi respons yang berfokus pada tiga aspek, yakni mengevakuasi warga yang terdampak langsung, mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar, serta memberikan perhatian khusus pada kebutuhan ibu dan anak,” kata Ahmad Shonhaji.Ia menambahkan bahwa per Minggu , bencana di tiga provinsi tersebut telah menimbulkan 916 korban jiwa, meninggal dunia, 274 jiwa hilang, 4.200 mengalami luka-luka.Saat ini, penyintas bencana di Sumatera dan Aceh membutuhkan makanan siap santap, air bersih, WiFi dan charger, paket sembako, logistik bukan pangan, kebutuhan bayi, ibu dan lansia, dapur keliling, dan layanan medis.Baca juga: Dompet Dhuafa Kirim 10.000 Liter Air Bersih untuk Korban Banjir Medan
(prf/ega)
Dompet Dhuafa Bersama M Bloc dan Is Pusakata Gelar Konser Amal untuk Sumatera dan Aceh
2026-01-12 07:01:45
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:39
| 2026-01-12 06:29
| 2026-01-12 05:40
| 2026-01-12 04:54










































