Pelatih Valencia FC dan 2 Anaknya Belum Ditemukan Usai Insiden Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

2026-01-16 18:41:17
Pelatih Valencia FC dan 2 Anaknya Belum Ditemukan Usai Insiden Kapal Tenggelam di Labuan Bajo
Jakarta - Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian terhadap pelatih Valencia FC Fernando Martin Carreras dan dua anak lelakinya, Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier, yang hilang usai kapal phinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 26 Desember 2025.Adapun pada Senin, 29 Desember 2025, nelayan menemukan jenazah anak perempuan berusia 12 tahun di perairan Pulau Serai. Dia merupakan putri dari pelatih Timnas B Sepak Bola Wanita Valencia CF tersebut, yang sebelumnya juga sempat hilang."Tadi pencarian dilakukan hingga 30 nautical mile ke bagian utara dan sekitar 13 nautical mile ke selatan dari lokasi kejadian," kata Koordinator Pos SAR Manggarai Barat Edy Suryono di Pos Pulau Padar, Labuan Bajo, Selasa .AdvertisementDalam pencarian di hari kelima, Tim SAR gabungan menemukan serpihan dinding kapal wisata KM Putri Sakinah. Terdapat sebanyak tiga tim yang melakukan penyisiran di perairan Utara Pulau Serai, perairan bagian timur Pulau Padar, dan perairan bagian selatan Pulau Serai.Selanjutnya, terdapat dua tim penyelam yakni dari Ditpolairud Polda NTT dan Perhimpunan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) yang melakukan penyelaman di lokasi kejadian dan sekitar lokasi kejadian hingga tiga nautical mile."Penyelaman dilakukan sebanyak dua kali oleh 12 penyelam di enam titik penyelaman," ujarnya.  


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-16 19:11