Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, Kalteng Waspada Banjir Rob

2026-01-12 04:54:27
Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, Kalteng Waspada Banjir Rob
PALANGKA RAYA, - Sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta mewaspadai ancaman banjir rob. Hal ini mengingat bakal mendekati puncak musim hujan dan fenomena La Nina.Bencana hidrometeorologi ini berpotensi melanda sejumlah wilayah di Kalteng, khususnya bagian selatan, yang banyak berdekatan dengan bibir pantai.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Alpius Patanan mengatakan, potensi banjir ini dipengaruhi curah hujan tinggi dan pasang air laut.Wilayah yang perlu waspada, di antaranya Sukamara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, dan sebagian Kapuas.Baca juga: Kalteng Bakal Sesuaikan TPP ASN, Gubernur: Berkurang Lebih Bagus“Seluruh daerah itu rawan banjir rob, terutama di wilayah-wilayah selatan. Seruyan jarang, Pulang Pisau dan Kapuas juga dipengaruhi oleh banjir pasang laut yang sampai ke wilayah tengah,” katanya di Palangka Raya, Kamis .Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai bencana banjir akibat puncak musim hujan pada akhir tahun ini.Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut BMKG Palangka Raya, Anton Budiyono menjelaskan, musim hujan yang terjadi di Kalteng saat ini disertai dengan fenomena La Nina.“Musim hujan yang disertai La Nina di Kalteng ini akan membuat terjadinya penambahan curah hujan yang agak lebih tinggi dari biasanya,” ujar Anton saat diwawancarai di Palangka Raya, Rabu .Baca juga: Musim Hujan di Kalteng Dipengaruhi La Nina, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Waspada BanjirPihaknya memprediksi bahwa cuaca Kalteng yang dipengaruhi fenomena La Nina ini bakal terjadi setidaknya hingga Februari 2026.“La Nina itu artinya basah atau meningkatkan curah hujan,” imbuhnya.Anton menjelaskan, sebagian besar wilayah Kalteng saat ini belum terbebas dari prediksi puncak musim hujan yang terjadi di bulan Oktober dan November.“Prediksi kami, puncak musim hujan di tahun 2025-2026 itu di Oktober dan November. Desember juga masih tinggi, tahun ini lebih maju dari biasanya,” katanya.Baca juga: Kalteng Miliki Jalan Nasional Rusak Terpanjang, Gubernur: Kami Akan Panggil Pihak BalaiSelain itu, Anton mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan pada bulan Desember hingga Januari, karena pihaknya memprediksi bakal terjadi peningkatan curah hujan yang lebih tinggi.“Kalau untuk Kalteng, hampir seluruh daerah diprediksi terdampak cuaca ekstrem ini, terutama Kalteng bagian utara yang berada di hulu sungai, seperti Murung Raya, Barito Utara, Gunung Mas, dan wilayah sekitarnya, termasuk Seruyan bagian utara,” ujarnya.


(prf/ega)