Mendagri Minta Bupati Tapanuli Utara Data Hunian Rusak Pascabencana

2026-01-14 17:15:52
Mendagri Minta Bupati Tapanuli Utara Data Hunian Rusak Pascabencana
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mendata kembali hunian yang rusak untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Tito menekankan agar pendataan dilakukan secara by name by address untuk rumah rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, hingga rumah yang hilang.Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya."Pemerintah bekerja cepat di bawah perintah Bapak Prabowo. Kita semua bergerak, TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, semua bekerja. Dan sebetulnya masih dalam keadaan tanggap darurat," ujar Tito, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).Pernyataan tersebut disampaikannya saat acara groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan 103 rumah untuk rakyat korban bencana di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (21/12/2025).Berdasarkan pantauan di lapangan, Tito menilai proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Utara secara umum berjalan cepat. Sejumlah akses jalan yang sempat tertutup kini telah kembali terbuka, begitu pula dengan sistem kelistrikan yang mulai pulih.Tito menjelaskan, bencana di wilayah tersebut didominasi tanah longsor. Kondisi ini menyebabkan banyak hunian rusak hingga hilang dan menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu, ia meminta kepastian rekapitulasi data mutakhir agar penanganan bisa dilakukan secara optimal."Nah, rusak ringan dan sedang saya minta memang kepada Pak Bupati agar segera direkap by name by address, nama-nama dan lain-lainnya. Supaya enggak salah. Nanti agar direkap, diserahkan kepada provinsi," imbuhnya.Tito menjelaskan, masyarakat yang rumahnya rusak ringan hingga sedang akan diusulkan menerima bantuan biaya renovasi. Langkah ini diharapkan mempercepat proses pemulihan sekaligus mengurangi kepadatan di lokasi pengungsian."Nah, yang rumah yang berat dan hilang, itu akan didukung penuh oleh pemerintah. Untuk pembangunannya apakah dibangunkan di tempat itu juga? Kalau dianggap rawan, direlokasi," jelasnya.Sesuai arahan Presiden Prabowo, lanjut Tito, relokasi akan memanfaatkan tanah milik pemerintah, baik pusat, daerah, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia memastikan proses pemulihan dilakukan secepat mungkin untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Tito juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dalam mempercepat pemulihan melalui pembangunan hunian tetap di sejumlah daerah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-14 16:19