Polda Papua Gelar Shalat Gaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana di Sumatera

2026-01-12 00:22:03
Polda Papua Gelar Shalat Gaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana di Sumatera
JAYAPURA, - Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, Polda Papua menggelar shalat dzuhur dan shalat gaib berjamaah di Masjid Al-Mu’minun Mapolda Papua, dan Mushola Al-Muttaqin Mapolda Papua Koya Koso, Senin .Shalat berjamaah dipimpin oleh Imam Ustad Muhammad Ilyas dan dihadiri sejumlah pejabat utama, di antaranya Dirresnarkoba Polda Papua Kombes Pol Alfian, Dir Lantas Polda Papua, Kombes Pol Tri Yulianto, dan 200 personel Polda Papua.Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan shalat dzuhur berjamaah, kemudian dilanjutkan shalat gaib untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia akibat bencana alam tersebut.Usai shalat, jamaah bersama-sama melantunkan dzikir dan doa untuk keselamatan warga di wilayah terdampak.Baca juga: Polda Metro Jaya Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan SumbarDalam kesempatan tersebut, Kasubag PNS Bagdalpres Pembina Muhammad Sobari menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa sejumlah daerah di Sumatera.Dia menegaskan bahwa dari ujung timur Indonesia, Polda Papua turut merasakan kesedihan yang sama.“Kami mendoakan semoga para korban yang telah meninggal dunia diterima amal ibadahnya dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan juga diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujarnya.Dia juga memberikan apresiasi dan doa untuk seluruh personel TNI–Polri yang tengah berjuang membantu evakuasi para korban, serta penanganan darurat di lokasi bencana.“Semoga para petugas di lapangan selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” katanya.Pelaksanaan shalat dzuhur dan shalat gaib berjamaah tersebut berjalan khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan.Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Minta Investigasi Soal Kayu Gelondongan yang Hanyut di Tengah Banjir SumateraSebagaimana dikutip dari Antaranews, hingga Senin, 1 Desember 2025, BNPB mencatat 442 orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.Khusus di Sumatera Utara, korban meninggal dunia mencapai 217 orang.Kemudian, tercatat ada 3.600 pengungsi di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, serta lebih dari 1.300 jiwa di Mandailing Natal.Sementara itu, di Aceh, jumlah korban meninggal mencapai 96 jiwa, 75 orang masih dinyatakan hilang, dan 62.000 kepala keluarga harus mengungsi.Korban tersebar di 11 kabupaten/kota, termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, hingga Nagan Raya.Kemudian, di Sumatera Barat, 129 orang meninggal dunia, 118 warga masih hilang, dan 16 lainnya luka-luka. Serta, 77.918 jiwa mengungsi.Para korban tercatat berasal dari Kabupaten Agam, Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.Baca juga: Bersyukur Prabowo Hadir di Lokasi Banjir, Bupati Aceh Tenggara: Kalau Bisa Jadi Presiden Seumur Hidup


(prf/ega)