Kata-kata Gerald Vanenburg Jelang Laga Timnas U22 Indonesia Vs Mali

2026-02-04 20:40:44
Kata-kata Gerald Vanenburg Jelang Laga Timnas U22 Indonesia Vs Mali
- Mantan pelatih Timnas U23, Gerald Vanenburg, mengirimkan pesan haru jelang laga Timnas U22 Indonesia vs Mali di FIFA Matchday 2025, Sabtu .Pertandingan FIFA Matchday 2025 antara Timnas U22 Indonesia vs Mali di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.Duel Timnas U22 Indonesia vs Mali menjadi ajang persiapan skuad Garuda Muda yang dinahkodai oleh Indra Sjafri menuju SEA Games 2025.Gerald Vanenburg akhirnya mengutarakan pesan perpisahan kepada publik Indonesia setelah beberapa pekan meninggalkan jabatannya.Baca juga: Indra Sjafri Bakal Pulangkan Pemain Usai Timnas U22 Indonesia Hadapi MaliGerald Vanenburg mulai bekerja untuk PSSI pada Januari 2025 sebagai asisten Patrick Kluivert sebelum kemudian dipercaya memimpin skuad U22.Ia mendapat mandat menangani dua turnamen: ASEAN Cup U-23 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2025.Di ajang ASEAN Cup U-23 2025, performa Garuda Muda cukup solid dengan menembus final sebelum kalah 1-2 dari Vietnam.Meski demikian, lini depan tim dinilai kurang produktif karena hanya mampu mencetak satu gol saat melawan Malaysia, Thailand, dan Vietnam.Masalah serupa berlanjut pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Tampil sebagai tuan rumah, Timnas U22 Indonesia gagal menembus putaran final setelah ditahan imbang 0-0 oleh Laos, tim yang seharusnya bisa ditaklukkan.Hasil itu kontras dengan pencapaian era Shin Tae-yong yang mampu membawa Indonesia sampai semifinal edisi sebelumnya.Situasi kian rumit ketika Patrick Kluivert didepak dari timnas senior usai kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.Baca juga: Prediksi Timnas U22 Indonesia Vs Mali, Indra Sjafri Siapkan Strategi KhususVanenburg pun ikut dilepas, dan posisi pelatih U22 kini sepenuhnya berada di tangan Indra Sjafri.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pelatih Timnas U23 Indonesia asal Belanda, Gerald Vanenburg.Setelah hampir satu bulan bungkam, Gerald Vanenburg akhirnya mengunggah pesan perpisahan lewat akun Instagram pribadinya.Ia menulis ungkapan terima kasih sekaligus penyesalan karena tak mampu memenuhi target bersama Timnas U22 Indonesia."Ini sudah terjadi beberapa pekan, tapi saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus dari hati saya atas masa yang sangat indah di Indonesia."


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 20:11