JAKARTA, - Membeli kendaraan bekas, terutama mobil bekas, memang bisa menjadi pilihan yang lebih terjangkau.Namun, risiko penipuan juga mengintai, salah satunya terkait pemalsuan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).Sejumlah pelaku usaha showroom mobil bekas mengakui kasus ini masih sering ditemukan dan dapat sangat merugikan pembeli.Baca juga: Neta V-II: Curhat Kelebihan dan Kekurangan Setelah Setahun PemakaianRama, pemilik showroom Rama Dagang Mobil di Bintaro, Tangerang Selatan, mengaku pernah menerima BPKB palsu yang sekilas tampak asli.KOMPAS.COM/DOK. Polresta Bandar Lampung Barang bukti berupa BPKB palsu yang disita kepolisian, Selasa .Ia baru menyadari setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut ke lembaga pembiayaan karena konsumennya membeli secara kredit."Saya pernah juga dapat BPKB palsu. Palsunya itu nyaris mirip asli, sampai saya baru sadar saat dicek ulang di salah satu leasing," kata Rama kepada Kompas.com, Senin ."Saat dicek, nomor pelat muncul di sistem daring dan pajaknya juga sudah dibayar. Tapi ketahuannya setelah dilakukan pengecekan keaslian oleh leasing. Biasanya sebelum itu (kredit), leasing memang selalu cek BPKB dulu," katanya.Baca juga: Montir Wanita Tangguh: Kisah Aphin dan Vespa Klasik"Kalau misalnya waktu tidak pakai leasing, konsumennya saya beli tunai, ya sama-sama yang menerima dari saya pun pasti kena (tertipu)," katanya.Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, Jakarta, menjelaskan bahwa ada juga BPKB yang tampak asli, namun ternyata tidak terdaftar di Samsat."Kadang begini, ada kalau mobil tuh dulu-dulu nih yang saya tahu ya BPKB-nya asli, gitu tapi tidak terdaftar di Samsat," kata Andi.Masih dari Andi, ia turut menceritakan pengalaman rekannya yang hampir tertipu membeli mobil murah di bawah harga pasar karena ternyata BPKB-nya bermasalah."Saya pernah menemukan, tapi bukan saya ya, teman saya. Jadi dia mau bayar mobil kalau tidak salah tahun 2022 di Bogor, orang mau jual saya bilang ini harganya murah. Pasaran masih Rp 220 jutaan ditawar Rp 180 juta dikasih," katanya."Terus sama teman saya dilihat, faktur hilang semua padahal tahun segitu kemungkinan hilangnya kecil. Terus di lembar kedua kalau tidak salah ada garis kalau kita senter pakai telepon seluler dia bukan garis tapi berbentuk kayak huruf. Di situ dia garis, dia bukannya huruf, makanya dia bilang ini palsu. Begitu ketahuannya," katanya.Baca juga: SIM Habis Libur Natal? Perpanjang 27 Des - 3 Jan 2026Agus, pemilik Focus Motor di Mangga Dua Square, Jakarta Utara, menyebutkan BPKB palsu memang terkadang sulit dideteksi.Kompas.com Ilustrasi BPKB. Korlantas pastikan BPKB fisik masih berlaku, meski ada versi digital yang menawarkan keamanan lebih tinggi dan integrasi data."Mengenai BPKP palsu, jadi BPKB kemarin itu marak kalau dari zaman saya dulu, BPKB palsu BPKB yang dibuat tapi bukunya asli kalau kita lihat pakai kode batang masih bisa keluar nah itu lebih rapi lagi. Kita sulit membedakannya padahal BPKB aslinya ada di leasing," katanya.
(prf/ega)
Ciri-ciri BPKB Palsu: Belajar dari Pengalaman Pedagang Mobkas
2026-01-13 06:55:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:48
| 2026-01-13 06:14
| 2026-01-13 05:53
| 2026-01-13 05:20










































