Aceh Terancam Kekurangan Pangan hingga 3 Tahun ke Depan akibat Banjir

2026-01-16 06:21:52
Aceh Terancam Kekurangan Pangan hingga 3 Tahun ke Depan akibat Banjir
JAKARTA, - Akademisi Universitas Almuslim, Cut Azizah menyebutkan masyarakat di Aceh terancam kekurangan pangan selama tiga tahun ke depan. Kondisi ini disebabkan banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada 25-27 November 2025 lalu.Selain menewaskan 1.129 jiwa, banjir meluluhlantakkan infrastruktur di ketiga provinsi tersebut."Sawah yang ada sudah tergenang lumpur, bendungan, irigasi, waduk segala macam, jalan, infrastruktur sudah sangat rusak. Mungkin di Aceh dan Sumatera khususnya Aceh yang banyak terdampak akan mengalami kekurangan pangan tiga tahun ke depan, karena kita tidak punya sawah lagi," ungkap Cut dalam webinar, Rabu .Baca juga: Menteri LH Sebut 4,9 Juta Hektar Lahan di Aceh Rusak akibat BanjirMenurut dia, banjir Sumatera dapat dikategorikan sebagai katastropik atau bencana yang sangat merusak dan berdampak jangka panjang terjadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Cut menjelaskan bahwa hujan ekstrem terjadi selama lima hingga tujuh hari di Aceh sebelum banjir menerjang.Sementara, kondisi topografi dan tata guna lahan memperparah dampak banjir. Sumatera, kata dia, berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan dengan lereng yang sangat curam. Terlebih karakter tanahnya termasih tanah muda yang rentan longsor."Jadi kalau misalkan di Peusangan, hujan sedikit pun banyak kejadian longsor. Seperti di Aceh Tengah, hasil riset kami 2023 ada 37 titik longsor di sekeliling Danau Laut Tawar, apalagi waktu terjadi hujan ekstrem seperti ini, ya pasti titik longsornya bertambah," jelas Cut.Di samping faktor alam, alih fungsi lahan juga dinilai menjadi pemicu utama. Cut menyebutkan bahwa di beberapa daerah aliran sungai (DAS), tutupan hutan telah berkurang hingga 18 persen dengan sebagian besar perubahan terjadi di hulu.Di DAS Peusangan, misalnya, 70 persen areanya telah berubah dari hutan menjadi permukiman, pertanian, hingga kebun sawit."Jadi manusia itu terus mengganggu hulu. Polanya terus mengganggu hulu. Yang sebagaimana kita tahu bahwa hulunya ini memang harus kita lindungi, karena dia merupakan wilayah yang sangat curam," tutur dia.Baca juga: Sebulan Pasca-banjir Aceh, Distribusi Logistik Dinilai Belum Merata Ditambah InflasiBanyak wilayah rawa di pesisir Aceh yang kini menjadi permukiman, sehingga kemampuan alam menahan limpasan air saat banjir makin berkurang. Di sisi lain, Cut mencatat banjir di Aceh memiliki pola yang sama yakni hujan lima hari berturut-turut di antara bulan September-Desember."Mestinya ini menjadi peringatan, adaptasi, kesadaran dari masyarakat kalau hujan lebat berturut-turut lima hari di Aceh khususnya, ya siap-siap banjir. Minimal jangan beraktivitas keluar," sebut Cut.Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar IPB University, Bambang Hero Saharjo menyoroti pembalakan liar yang menjadi pemicu banjir dan longsor di Sumatera. Berdasarkan data, tampak kawasan hutan kini dibuka tanpa penahan alami sehingga air hujan langsung mengalir deras ke area di bawahnya. Hal ini dibuktikan dengan temuan gelondongan kayu berbagai ukuran yang ikut terseret banjir. Salah satunya, yang ditemukan di enam lokasi di Sumatera Utara."Terdapat gelondongan kayu ya yang terdampar dan memenuhi sungai, anak sungai, dan pantai yang terdiri dari berbagai jenis kayu yang berkulit dan tidak berkulit. Ada yang tersangkut terangkut dengan akarnya. ada yang sudah terpotong dengan ukuran tertentu bahkan ada yang sudah diberi nomor pada lokasi bekas tebangannya," beber dia.Bambang menyebut, kawasan hutan dan areal penggunaan ain (APL) tampak lebih terbuka karena tajuk sudah tidak tertutup lagi dan saling bersambung satu sama lain. Kondisi serupa ditemukan secara sporadis pada bidang miring, di mana masih terdapat pohon yang masih berdiri."Yang ketiga adalah tampak jejak kayu terbawa arus yang kencang dari daerah yang relatif miring," tutur Bambang.Dari kondisi ini, Bambang lantas mempertanyakan mengapa tajuk pohon tampak terbuka pada kawasan yang berhutan, terdapat wilayah berpohon di daerah dengan kemirikan lereng curam dengan area sekitar telah terbuka. Selain itu, ditemukan pohon bekas tebangan seperti bekas kergaji dengan mesin pemotong, pohon yang terangkut dengan akar-akarnya, dan mempertanyakan penemuan kayu bernomor."Dapat dipastikan di balik bencana banjir dan longsor atau ada juga yang menyebutkannya sebagai bencana hidrometeorologi, maka terdapat kegiatan manusia yang berada di baliknya. Apakah kegiatan tersebut sengaja dilakukan ataupun akibat kelalaian," ucap Bambang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-16 05:09