BTNK: Perburuan Rusa Jadi Tantangan Besar di Taman Nasional Komodo

2026-01-13 06:37:53
BTNK: Perburuan Rusa Jadi Tantangan Besar di Taman Nasional Komodo
LABUAN BAJO, – Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga mengatakan, ancaman perburuan rusa di Taman Nasional Komodo masih menjadi tantangan besar.Hal ini disampaikan Hendrikus merespon peristiwa penangkapan pemburu rusa di Taman Nasional Komodo pada Minggu .“Salah satu tantangan signifikan dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo adalah ancaman perburuan rusa timor yang sudah terjadi sejak beberapa dekade lalu,” jelas Hendrikus dalam keterangan tertulis, Kamis .Baca juga: KSOP Labuan Bajo Cabut Sertifikat Keselamatan Speedboat yang Meledak di TN KomodoHendrikus mengatakan, dengan adanya peningkatkan kualitas perlindungan hutan di bawah koordinasi Kepala Satuan Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Komodo, kasus perburuan rusak diharapkan bisa ditekan.Seperti yang terjadi pada Minggu , tim berhasil menangkap pemburu rusa.Baca juga: Aksi Freestyle Motor di Labuan Bajo, 2 Wisatawan Inggris Diberi PeringatanAwalnya, tim mendapatkan informasi bahwa ada dugaan aktivitas perburuan rusa timor di kawasan Taman Nasional Komodo oleh beberapa oknum yang berasal dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu .Tim langsung menindaklanjuti informasi itu. Tim lantas menemukan terduga pelaku yang berniat melarikan diri dari pesisir pantai Loh Srikaya, Pulau Komodo.Tim patroli mendakat dan melepaskan tembakan peringatan. Namun, pemburu rusa timor itu balas menembak ke petugas.Kejar-kejaran antara speedboat petugas dengan kapal terduga pelaku terjadi. Dalam proses pengejaran pun terjadi kontak senjata.“Alhasil, kapal terduga pelaku berhasil dihentikan paksa oleh tim patroli gabungan dan terduga pelaku diamankan. Pada tanggal 14 Desember 2025, tim patroli gabungan berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku perburuan rusa timor berinisial YS, AD, dan AR, yang seluruhnya berasal dari Sape, Kabupaten Bima,” ujar dia.Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim patroli menerima informasi bahwa lima orang terduga pelaku lainnya telah melarikan diri dengan melompat ke laut lepas dengan membawa gabus dan jeriken kosong. Lima orang terduga pelaku yang melarikan diri belum ditemukan dan masih dalam pencarian.


(prf/ega)