Arab Saudi dan Qatar Bakal Terhubung Kereta Cepat, Proyek Direncanakan Selesai 6 Tahun

2026-01-12 17:55:54
Arab Saudi dan Qatar Bakal Terhubung Kereta Cepat, Proyek Direncanakan Selesai 6 Tahun
RIYADH- - Arab Saudi dan Qatar bakal membangun kereta cepat listrik untuk menghubungkan dua ibu kota negara.Dikutip dari Aljazeera, kereta cepat itu akan menghubungkan Bandara Internasional Raja Salman di Riyadh dengan Bandara Internasional Hamad di Doha.Selain itu, Kota Al Hofuf dan Dammam juga diproyeksikan masuk dalam jaringan kereta.Kereta api ini disebut bisa mencapai kecepatan melebihi 300 km/jam. Perjalanan Riyadh-Doha pun akan memakan waktu sekitar dua jam.Sebagai gambaran, penerbangan langsung Riyadh-Qatar memakan waktu sekitar 90 menit atau 1,5 jam.Baca juga: Misteri Kotak Hijau Hadiah dari Arab Saudi untuk Suriah, Bikin Warga GegerProyek tersebut direncanakan bakal selesai dalam waktu enam tahun.Kehadiran kereta cepat ini diharapkan dapat melayani 10 juta penumpang per tahun dan menciptakan 30.000 pekerjaan di kedua negara.Kedua negara juga telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk pembangunan kereta cepat ini.Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani selama kunjungannya ke Riyadh.Proyek ini dianggap sebagai salah satu pembangunan infrastruktur modern paling signifikan antara Arab Saudi dan Qatar.Baca juga: Arab Saudi Buka 2 Toko Alkohol Baru, Genjot Sektor PariwisataHal ini sekaligus menandai langkah terbaru dalam peningkatan drastis hubungan kedua negara Teluk selama beberapa tahun terakhir.Sebagai informasi, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir telah memutus semua hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar pada Juni 2017.Mereka menuduh Doha mendukung Ikhwanul Muslimin dan berupaya menjalin hubungan lebih dekat dengan musuh bebuyutan Arab Saudi, Iran.Namun, Qatar telah membantah keras tuduhan itu.Hubungan Arab Saudi-Qatar sepenuhnya pulih pada Januari 2021 setelah pertemuan puncak di kota gurun Al Ula.Sejak saat itu, kedua negara telah bertemu secara berkala dan bergabung untuk mendukung inisiatif diplomatik, termasuk seruan untuk gencatan senjata di Gaza.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-12 15:40