Komisi X Bakal Panggil Mendikdasmen untuk Dalami Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera

2026-01-12 17:40:53
Komisi X Bakal Panggil Mendikdasmen untuk Dalami Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera
JAKARTA, - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengatakan, pihaknya akan memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk mendalami sekolah yang terdampak bencana di Sumatera.Berdasarkan laporan dari Kemendikdasmen, terdapat 1.009 sekolah di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak banjir serta longsor."Komisi X ingin mendengarkan secara langsung apa saja langkah yang sudah dilakukan Kemendikdasmen. Situasi ini menyangkut masa depan pendidikan ribuan siswa dan keselamatan para guru," ujar Lalu dalam keterangannya, Selasa .Baca juga: Basarnas Ungkap Tantangan Evakuasi Korban Bencana di SumateraIa menjelaskan, kegiatan belajar-mengajar di Aceh, Sumut, dan Sumbar terhambat akibat bencana yang menerjang ketiga provinsi itu.Oleh karena itu, Komisi X akan memanggil Kemendikdasmen untuk memastikan penanganan terkait pendidikan di sana. Termasuk keselamatan dan kebutuhan para siswa serta guru yang terdampak bencana.Di samping itu, Komisi X juga akan mendalami rencana rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir maupun longsor di Sumatera."Tidak kalah pentingnya adalah daerah-daerah yang hingga kini masih terisolir. Akses jalan yang terputus tentu berdampak pada layanan pendidikan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah," ujar Lalu.Baca juga: Update BNPB: Korban Jiwa Bencana Banjir-Longsor Sumatera Jadi 631 OrangKomisi X juga meminta Kemendikdasmen untuk menyusun langkah mitigasi dan protokol penanganan pendidikan di daerah rawan bencana.Sehingga, jika kejadian serupa di masa depan dapat direspons lebih cepat dan sistematis.ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas Sejumlah warga melintasi jembatan alternatif yang menghubungkan Desa Blang Meurandeh dan Desa Blang Puuk Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu . Pasca putusnya jembatan gantung diterjang banjir bandang pada Rabu warga membuat jembatan darurat dari tali jembatan tersebut untuk jalur alternatif.Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan dana tanggap darurat tahap awal sekitar Rp 4 miliar untuk mendukung kegiatan belajar pasca-bencana di Sumatera maupun di Jawa.Berdasarkan informasi Kemendikdasmen pada Minggu , terdapat 1.009 satuan pendidikan mulai PAUD sampai SLB (Sekolah Luar Biasa) terdampak bencana.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya telah melakukan mitigasi dan pemetaan.Baca juga: Bencana Alam: Alarm Apokalipse Ekologis untuk Masa Depan Kehidupan“Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatera Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dilansir dari rilis Kemendikdasmen .Rinciannya, Provinsi Aceh berjumlah 310, di Provinsi Sumatera Utara berjumlah 385, dan Provinsi Sumatera Barat berjumlah 314. Adapun rinciannya sebagai berikut:Baca juga: 3 Status Bencana Nasional di Indonesia: Tsunami Aceh hingga Pandemi Covid-19Baca juga: Basarnas Sebut 33.620 Orang Terdampak Bencana di Sumatera, Ini Rinciannya di 3 ProvinsiKemendikdasmen sendiri telah mendirikan tenda-tenda darurat di beberapa tempat yang terdampak. Di samping itu pihaknya juga merespons cepat kejadian ini dengan menggalang dana bantuan.Mitigasi dan pemetaan juga sudah dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar bagi para murid di daerah yang terdampak banjir dapat tetap dapat berjalan.


(prf/ega)