Mengapa Kebakaran Apartemen Hong Kong Menjalar Begitu Cepat?

2026-02-05 02:16:51
Mengapa Kebakaran Apartemen Hong Kong Menjalar Begitu Cepat?
HONG KONG, - Kebakaran besar yang melalap kompleks apartemen di Hong Kong hingga menewaskan puluhan terjadi karena api menyebar dengan cepat.Menurut sejumlah pakar keselamatan kebakaran, api diduga menyebar cepat salah satunya karena material perancah yang sangat mudah terbakar.Sedikitnya 44 orang tewas dan hampir 280 orang dilaporkan hilang setelah api menyambar beberapa blok apartemen padat penduduk di Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, Rabu .Baca juga: Fakta-fakta Kebakaran Apartemen Hong Kong, Ada Korban WNI Korban jiwa dalam insiden ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam kebakaran di Hong Kong sejak Perang Dunia II, sebagaimana dilansir The Independent.Rekor korban jiwa sebelumnya adalah 41 orang tewas dalam kebakaran gedung komersial di kawasan Kowloon pada 1996.Kobaran api merambat cepat ke tujuh menara apartemen, sementara eembusan angin memperbesar nyala api.Sejumlah pakar menilai ada beberapa penyebab yang membuat kebakaran di kompleks apartemen menjadi ganas.Baca juga: 2 WNI Tewas akibat Kebakaran Apartemen di Hong KongMulai dari kepadatan pengembangan kawasan Tai Po di bagian utara, hingga karakter kompleks yang terdiri dari delapan blok apartemen dengan 2.000 unit dan dihuni lebih dari 4.600 orang.Faktor kuncinya terletak ada pada sifat mudah terbakar material perancah bambu dan plastik yang menyelimuti permukaan luar gedung, menurut para insinyur keselamatan kebakaran."Penyebaran api di kompleks perumahan Wang Fuk Court kemungkinan disebabkan kombinasi beberapa faktor, termasuk kapsul perancah plastik, lembaran plastik, polistirena, perancah struktural dari bambu, dan komponen mudah terbakar lainnya," kata Alex Webb, insinyur keselamatan kebakaran di lembaga penelitian Australia CSIRO.Otoritas Hong Kong menangkap tiga pria dari sebuah perusahaan konstruksi setelah kebakaran tersebut, termasuk dua direktur dan satu konsultan teknik.Baca juga: Penampakan Kebakaran Apartemen Hong Kong, Diduga Bermula dari Perancah Bambu"Kami memiliki alasan untuk meyakini bahwa pihak yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut melakukan kelalaian berat, yang berujung pada kecelakaan ini dan membuat api menyebar tanpa terkendali sehingga menyebabkan banyak korban jiwa," ujar Inspektur Polisi Eileen Chung.Peristiwa ini langsung dibandingkan dengan kebakaran apartemen Grenfell Tower di London pada 2017 yang menewaskan 72 orang.Para pakar menyerukan pengawasan ketat terhadap penggunaan material konstruksi di kota-kota padat penduduk, termasuk penerapan sistem perancah yang tahan api.Dalam kasus kebakaran di Hong Kong, penggunaan perancah bambu yang sangat mudah terbakar dinilai mempercepat perambatan api.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-05 09:17