Kronologi Meninggalnya Pebalap Awhin Sanjaya di Sumatera Cup Prix

2026-01-12 03:23:02
Kronologi Meninggalnya Pebalap Awhin Sanjaya di Sumatera Cup Prix
JAKARTA, - Dunia balap motor nasional kembali berduka. Belum lama ini, pebalap road race Awhin Sanjaya mengalami kecelakaan saat balapan hingga meninggal dunia.Dikonfirmasi oleh Darmawansyah, dari Dragon Event Organizer selaku promotor Sumatera Cup Prix, Awhin mengalami kecelakaan saat balapan pada Grand Final Sumatera Cup Prix 2025 di Sirkuit Zabaq National Sirkuit, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.Baca juga: Marini: Honda Mulai Dengar Masukan Pebalap Baru"Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu, 14 Desember 2025, pukul 17.05 WIB di Race 21 (Race Terakhir) kelas SCP 3 (Bebek 4T 150cc Tune UP Open) Race ke-2. Kejadian bermula pada Lap ke-4 dari 15 lap yang dilaksanakan, antara Pos 7 ke Pos 8, dengan kondisi cuaca cerah," ujar Apriyanto Romadani, Ketua Panitia Pelaksana, dikutip dari berita acara.Dok. AHM Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Awhin Sanjaya, berhasil menjuarai race kedua kelas Asia Production (AP) 250 seri keempat Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu ."Pada saat itu, saudara Awhin Sanjaya menabrak ban belakang pebalap yang berada di depannya yang berakibat saudara Awhin Sanjaya terjatuh di lintasan. Pada kondisi ini jarak antara saudara Awhin Sanjaya dengan pebalap yang berada di belakangnya sangat rapat, sehingga kecelakaan beruntun antar pebalap terjadi," kata Apriyanto.Apriyanto menambahkan, seketika petugas lintasan mengibarkan bendera kuning dan melihat kondisi yang darurat.Baca juga: Bulega Sebut WorldSBK Lebih Efektif buat Pebalap Masuk ke MotoGP"Pimpinan Perlombaan langsung mengibarkan bendera merah untuk menghentikan perlombaan yang sedang berjalan, memerintahkan pihak medis bersama ambulans yang berada di titik terdekat kejadian langsung mengarah ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama dan memutuskan untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat (RSUD Nurdin Hamzah)," ujarnya.ISTIMEWA Foto mendiang Awhin Sanjaya, pembalap nasional asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat mengikuti Grand Final Sumatera Cup Prix 2025 di Zabaq National Circuit, Jambi, Minggu . Awhin akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.Profil Awhin SanjayaAwhin Sanjaya lahir di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada 22 Februari 1998. Namanya dikenal luas sebagai salah satu pembalap bertalenta, baik di level nasional maupun internasional.Karier balap Awhin ditempa sejak usia muda setelah bergabung sebagai pembalap binaan Astra Honda Racing Team. Kiprahnya di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) dimulai pada 2017, menandai langkahnya di panggung balap Asia.Dok. AHM Pembalap muda Awhin Sanjaya.Puncak prestasi Awhin tercapai pada musim 2019. Saat itu, ia sukses merebut posisi runner-up kelas AP250 ARRC, capaian yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pembalap papan atas Indonesia.Pada tingkat nasional, Awhin juga menorehkan sejumlah prestasi. Dia menjadi juara Motorprix 2016 kategori MP2, serta menyumbangkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.Memasuki musim 2025, Awhin masih aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional. Salah satunya adalah Grand Final Sumatera Cup Prix.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 02:23