5 Santriwati Muhammadiyah Tenggelam di Sungai Lusi Blora, hingga Kini Masih Hilang

2026-01-13 05:33:59
5 Santriwati Muhammadiyah Tenggelam di Sungai Lusi Blora, hingga Kini Masih Hilang
BLORA, - Sebanyak lima santriwati Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Maa'uun Blora, Jawa Tengah, hilang tenggelam di Sungai Lusi, Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Kamis pagi.Salah seorang saksi mata yang juga santriwati, Ardina, mengatakan mereka awalnya mau melihat arus sungai tersebut sekitar pukul 06.30 WIB."Awalnya kita mau lihat arus sungai, terus mereka sudah kita bilangin, jangan masuk tapi tetap masuk," ucap dia saat ditemui di sekitar lokasi.Baca juga: 5 Hari Hilang, Jasad Pria Ditemukan Tersangkut Batu dan Tertimbun Pasir Sungai di BanyuwangiSemula ada delapan santriwati yang mendekati sungai. Mereka terdiri dari berbagai kelas, mulai kelas 7, 8, 9, 10, 11, dan 12."Tadi mereka bilang mau mencari kerang," kata dia.Namun, peringatan yang disampaikan itu tidak diindahkan. Mereka tetap nekat mendekati sungai."Terus airnya semakin naik terus arusnya juga kencang, ada satu yang dia enggak bisa berenang, terus dia minta tolong sambil megangin bambu," kata dia.Dari delapan santriwati yang tenggelam, tiga orang berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada bambu.Baca juga: Mahasiswi di Blora Nekat Gugurkan Kandungan di Kos-kosan, Terancam Pidana 4 TahunPetugas dari kepolisian, TNI, BPBD hingga Basarnas masih menyisir lokasi untuk mencari para korban yang dinyatakan hilang.Sementara itu, Kapolsek Blora AKP Rustam mengatakan tiga anak yang selamat saat ini masih mengalami trauma."Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan karena belum bisa ditanyai yang ketiga anak yang masih sadar masih trauma dan belum bisa kita mintai keterangan," terang dia di lokasi.Ia menjelaskan keberadaan siswa di sekitar sungai karena sedang berkunjung ke rumah gurunya."Informasi dari saksi, anak-anak tadi lagi berkunjung ke tempat ustaznya lanjut main-main di sekitaran Sungai Lusi ini," kata dia.


(prf/ega)