Teh Hangat di Gubuk Puing, Keramahan Warga Sekumur Aceh yang Tak Ikut Hanyut Terbawa Banjir

2026-01-12 14:38:02
Teh Hangat di Gubuk Puing, Keramahan Warga Sekumur Aceh yang Tak Ikut Hanyut Terbawa Banjir
ACEH TAMIANG, - Keramahan warga Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, tetap terasa meski bencana banjir bandang dan tanah longsor merenggut rumah, jalan, dan hampir seluruh sendi kehidupan mereka.Sambutan hangat itu Tim Kompas.com rasakan sejak pertama kali menginjakkan kaki di desa yang hingga kini masih terisolasi itu.Selasa siang, Rajab, warga Desa Sekumur, menyapa ramah Tim Kompas.com yang baru turun dari sampan.Saat itu, Rajab baru saja mengambil bantuan logistik yang diangkut melalui jalur sungai dari wilayah hulu Sungai Aceh Tamiang.Baca juga: Desa Sekumur Aceh yang Terisolasi: Di Antara Lumpur, Sampan, dan Bantuan Warga yang BertahanHingga kini, penyeberangan dengan sampan dari perbatasan Desa Babo dan Desa Rantau Bintang masih menjadi satu-satunya akses masuk menuju Desa Sekumur.Sebab, jembatan penghubung terputus akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu.Ketika mengetahui tujuan kami hendak menuju pusat pengungsian warga, Rajab tanpa ragu mengajak berjalan bersama."Ayo Bang, aku antar sekalian aku pulang nih," ucap Rajab.Rajab kemudian memandu kami menyusuri jalur dari bantaran sungai menuju desa.Jalan yang dilalui bukan lagi aspal, melainkan tumpukan kayu-kayu besar yang terbawa arus banjir sekitar tiga pekan lalu.Sepanjang perjalanan, Rajab menjelaskan bagaimana kondisi wilayah yang kami lintasi sebelum dan sesudah bencana."Ini sebelumnya rumah-rumah warga di pinggir jalan raya," kata Rajab saat kami melintasi hamparan kayu setinggi sekitar dua meter dari permukaan tanah.Baca juga: Jembatan Putus, Warga Sekumur Aceh Tamiang Tandu Pasien Pakai Sarung Lewati Lumpur Pasca-BanjirMenurut Rajab, akses dari sungai menuju pusat desa kini sedikit lebih mudah setelah warga bergotong royong memotong kayu-kayu besar tersebut dan menatanya menjadi jalan setapak."Dipotong-potong biar lebih gampang jalan," ujarnya.Selepas tumpukan kayu, jalur berubah menjadi lumpur basah sisa banjir dengan ketebalan sekitar 20 hingga 30 sentimeter.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-12 13:25