- Baru-baru ini toko buku dengan konsep book-café muncul sebagai salah satu gaya hidup baru di kalangan generasi Z.Ruang baca yang dipadukan dengan suasana kafe ini tidak hanya menjadi tempat singgah untuk membaca, tetapi juga ruang berkumpul, bekerja, hingga menciptakan konten digital.Perpaduan literasi dan gaya hidup modern membuat book-café dengan cepat menjadi bagian dari rutinitas generasi muda.Tren ini tidak hadir tanpa alasan. Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang mencari ruang nyaman, estetis, dan fleksibel, tempat di mana mereka bisa belajar dan bersosialisasi sekaligus.Dikutip dari hasil penelitian Journal Competency of Business, Jumat library café berkembang pesat karena menyediakan lingkungan yang mendukung produktivitas sekaligus memenuhi kebutuhan akan estetika visual yang sering dibagikan di media sosial.Selain itu, meningkatnya minat Gen Z terhadap kegiatan membaca yang lebih personal turut mendorong hadirnya ruang-ruang hybrid seperti book-café.Di era digital ketika perhatian mudah terpecah, kehadiran tempat yang menawarkan suasana tenang namun tetap ramah untuk interaksi menjadi daya tarik tersendiri.Baca juga: Minat ke Perpustakaan Turun, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Diminta Kembangkan e-LibraryFenomena book-café semakin menonjol seiring meningkatnya konsumsi literasi dan konten bertema “slow living” di kalangan anak muda.Dilansir dari The Korea Times, pertumbuhan book-café di Asia meningkat sejak pandemi karena generasi muda mencari tempat yang menenangkan dan tidak sekadar berfungsi sebagai kafe.Di Indonesia, tren ini terlihat melalui meningkatnya ruang-ruang baca hybrid, baik yang dikelola independen maupun oleh lembaga penerbitan besar.Kegiatan seperti book discussion, silent reading, hingga sesi creative workshop kini menjadi bagian dari aktivitas rutin di berbagai book-café.Para pengunjung, terutama Gen Z, memilih tempat seperti ini bukan hanya untuk membaca.Lingkungan yang estetis, ramah komunitas, dan dapat diabadikan menjadi konten digital menjadi salah satu pertimbangan utama.Hal tersebut turut memperluas fungsi book-café menjadi ruang kreatif, tempat belajar, hingga lokasi bekerja secara fleksibel.Baca juga: Tingkatkan Minat Baca Anak, Gramedia Salurkan Buku Hasil Donasi PelangganSalah satu contoh ruang literasi baru yang mengadopsi konsep book-café adalah Prose & Petals, sebuah toko buku terkurasi di bawah naungan Gramedia.Dok. Gramedia Grand Opening Prose & Petals
(prf/ega)
Toko Buku Berkonsep "Book-Cafe" Jadi Tren Baru di Kalangan Gen Z
2026-01-12 06:43:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:37
| 2026-01-12 06:17
| 2026-01-12 06:00
| 2026-01-12 05:48
| 2026-01-12 05:40










































