Bamsoet Puji Langkah Linknau Tampilkan Inovasi Logistik Digital Indonesia

2026-01-14 21:10:06
Bamsoet Puji Langkah Linknau Tampilkan Inovasi Logistik Digital Indonesia
Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah perusahaan startup teknologi logistik asal Indonesia, Linknau, yang tampil dalam ajang Tech in Asia Conference 2025 di Jakarta, 22-23 Oktober 2025. Partisipasi ini dinilai mencerminkan semangat baru generasi startup untuk berinovasi dan menembus pasar global.Ajang yang mengusung tema 'Defy Expectations' ini dihadiri lebih dari 2.500 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara. Mulai dari para pendiri startup, investor venture capital, hingga perwakilan korporasi teknologi global. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan inovator muda dengan para pemodal dan pemangku kepentingan industri teknologi."Kita patut berbangga karena semakin banyak startup Indonesia yang tampil percaya diri di panggung regional dan global. Linknau menunjukkan bahwa inovasi anak bangsa di bidang logistik digital memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendukung efisiensi ekonomi digital Indonesia," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Rabu .Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, Linknau yang dimotori oleh Shafira Elvina menampilkan berbagai inovasi dan visi besar dalam mengembangkan solusi digitalisasi logistik end to end. Mulai dari manajemen gudang, pengelolaan armada, hingga integrasi sistem transportasi dan distribusi.Platform tersebut dirancang sebagai penghimpun logistik yang memadukan Warehouse Management System (WMS) dan Transport Management System (TMS) dalam satu ekosistem digital terpadu.Melalui sistem tersebut, para pelaku usaha logistik, UMKM, dan pengguna korporat dapat mengelola operasi pengiriman secara efisien, terpusat, dan transparan. Model ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu faktor penyebab tingginya harga barang di Indonesia."Digitalisasi logistik merupakan tulang punggung dari efisiensi ekonomi nasional. Jika biaya logistik bisa ditekan melalui teknologi, maka daya saing produk dalam negeri akan meningkat. Linknau sedang berperan dalam perubahan itu," kata Bamsoet.Bamsoet menyampaikan, menurut data World Bank Logistics Performance Index tahun 2023, posisi Indonesia berada di peringkat 61 dari 139 negara dengan skor 3,0. Angka ini mencerminkan tantangan besar di sektor logistik nasional, terutama pada aspek efisiensi rantai pasok dan kecepatan distribusi barang."Startup seperti Linknau memiliki peran penting untuk mempercepat perbaikan di sektor ini. Melalui inovasi digital dan kemitraan strategis dengan pelaku industri, mereka dapat menciptakan rantai pasok yang lebih tangguh, adaptif, dan transparan," tandasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-14 19:04