Mobil Bank Bawa Rp 4 Miliar Terbakar di Polewali Mandar, Seluruh Uang Hangus

2026-01-15 12:12:53
Mobil Bank Bawa Rp 4 Miliar Terbakar di Polewali Mandar, Seluruh Uang Hangus
POLEWALI MANDAR, – Uang tunai lebih dari Rp 4 miliar milik Bank Negara Indonesia (BNI) ludes terbakar setelah mobil logistik pembawa uang tersebut hangus dilalap api.Peristiwa itu terjadi di Desa Palippis, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu .Mobil logistik jenis Gran Max itu membawa uang tunai untuk pengisian mesin ATM di wilayah Majene.Sopir mobil, Surya, menyebutkan bahwa ia membawa uang tunai sekitar Rp 4 miliar untuk mengisi sejumlah ATM di Majene.“Api tiba-tiba muncul dari bagian mesin dan membakar mobil. Ada sekitar Rp 4 miliar uang di dalamnya terbakar,” kata Surya.Baca juga: 3 Mobil Hangus Terbakar di Kolong Rel Kereta Jakpus, Satu Orang TerlukaKOMPAS.COM/JUNAEDI Mobil Pengantar Uang ATM Terbakar, Uang Tunai Miliaran Rupiah Ludes Terbakar *** Local Caption *** Mobil Pengantar Uang ATM Terbakar, Uang Tunai Miliaran Rupiah Ludes TerbakarKepala Pemadam Kebakaran Polewali Mandar, Imran, mengatakan kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada kabel yang berada di dekat aki mobil.Api kemudian merambat dan membakar bahan bakar kendaraan sehingga menyulut percikan api hingga melahap seluruh bagian mobil, termasuk brankas penyimpanan uang tunai.Kebakaran menyebabkan kerugian materiel mencapai lebih dari Rp 4,5 miliar, termasuk kendaraan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.Kobaran api juga membuat Jalan Poros Majene–Mamuju macet total selama sekitar satu jam, karena pengendara tidak berani melintas di sekitar lokasi kebakaran.Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pasti peristiwa ini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 11:09