Mobil Hybrid vs Konvensional: Apakah Perawatan Transmisinya Sama?

2026-02-02 09:33:44
Mobil Hybrid vs Konvensional: Apakah Perawatan Transmisinya Sama?
JAKARTA, - Saat ini mobil hybrid semakin populer dan banyak terlihat di jalan Ibukota. Pasalnya mobil ini memiliki sejumlah kelebihan, salah satunya lebih ramah lingkungan tanpa membuat pemilik harus merasakan range anxiety seperti mobil listrik.Dibekali dua sistem penggerak sekaligus, yakni bensin dan hybrid membuat sebagian pemilik mulai bertanya-tanya, apakah perawatannya akan lebih rumit dibanding mobil dengan mesin konvensional?Apri, pemilik bengkel spesialis matik, Apri Auto di Duren Sawit, Jakarta Utara, mengatakan bahwa dari sisi perawatan transmisi, mobil hybrid tidak memerlukan perlakuan khusus dibanding mobil matik konvensional.Baca juga: Redenominasi Rupiah Tuntas 2027: Perkiraan Harga Mobil di Era Uang Baru“Waktu itu pernah menangani mobil Honda CR-Z sama Toyota Camry hybrid. Tetapi memang perawatan saja, servis rutin, ganti oli, tune-up, bukan bermasalah,” kata Apri, kepada Kompas.com, Sabtu .Menurutnya, prinsip pemeliharaan transmisi tetap bergantung pada pola pemakaian kendaraan. Salah satunya pergantian oli transmisi yang idealnya dilakukan lebih cepat pada mobil yang sering terjebak macet seperti di Jakarta.Kompas.com/Aris Interior Toyota New Camry Hybrid HEV“Bagusnya 20.000 km ganti olinya, karena kan Jakarta macet, kecuali kalau dari baru bisa 40.000 km atau 60.000 km. Hybrid dan konvensional sama saja, semua mobil,” kata dia.Apri menegaskan bahwa perbedaan bukan terletak pada apakah mobil tersebut hybrid atau tidak, melainkan jenis transmisinya. Setiap tipe memiliki karakter kerja yang berbeda.“Perawatan dari sisi transmisi sama saja, tidak ada perbedaan dengan konvensional. Yang membedakan itu kalau dia CVT, DCT, atau konvensional,” kata Apri.Baca juga: Begini Cara Cek Pajak Kendaraan secara OnlineDari segi biaya, servis rutin juga tidak membuat pemilik mobil hybrid harus merogoh kocek ekstra.“Perawatan dari sisi biaya juga enggak ada perbedaan, kurang lebih Rp 1,5 juta,” kata Apri.Namun, beda persoalan apabila transmisi mengalami kerusakan. Karena struktur transmisinya cukup kompleks, biaya reparasi bisa melambung tinggi, terutama apabila dilakukan di bengkel resmi.kompas.com/nanda Transmisi matik“Kalau rusak baru mahal, tergantung dari jenis transmisinya, karena kan ada CVT, konvensional, ada yang 4 speed, 5 speed,” kata Apri.“Kalau di bengkel resmi bisa di atas Rp 50 juta, kalau di kita bisa ganti yang rusaknya aja, harganya jauh lebih murah, kisaran ya Rp 15 juta,” lanjutnya.Artinya, pemilik mobil hybrid tidak perlu khawatir berlebihan soal perawatan transmisi.Selama disiplin mengganti oli sesuai interval dan tidak memaksakan mobil bekerja dalam kondisi berat, biaya dan proses servisnya tidak jauh berbeda dengan mobil matik konvensional.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-02 07:40